Ekonomi China Melambat, Laba Perusahaan Jepang Bergantung Pasokan Bahan

Ekonomi China MelambatFrom : //ekbis.sindonews.com/

TOKYO – Jepang tidak bisa lagi mengharapkan permintaan dari untuk mengais laba mengingat pertumbuhan terbesar kedua di tersebut saat ini mengalami tren penurunan. Saat ini, perusahaan-perusahaan asal Negeri Sakura yang didominasi bisnis sumber daya dan bahan baku berharap dapat memulihkan pendapatan mereka berdasarkan kondisi pasokan.

Kondisi pasar batubara telah menjadi topik panas perusahaan asal Jepang dalam beberapa waktu terakhir. Gangguan produksi di tambang Australia membuat komponen pembuatan baja dari Down Under naik dari 100 dolar per ton pada Juli menjadi 200 dolar per ton pada bulan September. Hal ini membuat perusahaan seperti Mitsubishi Corp bisa mendapatkan dorongan laba bersih sekitar 80 miliar yen (760 juta dolar ), menurut Goldman Sachs Jepang, setelah sebelumnya mengalami impas pada awal .

Seng adalah sumber daya lain yang harganya meningkat karena kekhawatiran pasokan. Penutupan tambang besar telah menyebabkan harga seng meningkat lebih dari 30 persen hingga akhir September. Perusahaan terkemuka, Dowa Holdings, telah meng-upgrade estimasi laba bersih untuk semester April hingga September pada 14 Oktober lalu.

Perusahaan eksplorasi minyak, Inpex, juga mendapat keuntungan dari pemulihan harga minyak mentah. Kesepakatan terakhir OPEC pada September lalu membuat harga minyak mentah berada di atas angka 50 per barel. Untuk setiap kenaikan 1 per barel, Inpex mendapatkan dorongan laba bersih mencapai 2,9 miliar yen.

Sebelumnya, permintaan dari China telah menjadi faktor dominan dalam memengaruhi harga sumber daya untuk beberapa waktu. Selama tahun 2000-an, pertumbuhan ekonomi yang sangat tajam di negara tersebut sebagian besar didukung harga sumber daya. Namun, perlambatan ekonomi China dalam dua tahun terakhir menjadi pukulan telak bagi perusahaan minyak, logam, dan baja.

“Tidak ada yang mengharapkan China untuk kembali ke bentuk pertengahan 2000-an,” ujar Ekonom Senior di SMBC Nikko Securities, Xiao Minjie. “Lanskap bisnis telah berubah dan kemampuan manajer perusahaan untuk menyusun strategi di lingkungan baru akan diuji.”

Loading...