Efek Trump Mereda, Rupiah Menguat 41 Poin di Awal Dagang

Jakarta Garuda dibuka 0,3 persen atau 41 poin ke posisi Rp 13.524 per AS pada perdagangan hari ini, Jumat (2/12). Kemudian melanjutkan penguatannya sebesar 0,33 persen atau 45 poin ke Rp 13.520 per .

Pada perdagangan kemarin, rupiah berakhir melemah tipis 0,07 persen atau 10 persen ke level Rp 13.565 per dolar AS usai diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.543 hingga Rp 13.609 per dolar AS. Sementara itu indeks dolar Amerika Serikat berakhir melemah 0,45 persen ke 101,4 pada perdagangan Kamis (1/12) atau Jumat pagi.

Saat ini efek kemenangan Donald Trump mulai mereda dan uang Eropa mulai stabil. Hal ini turut membebani dolar dan bursa saham global. Pergerakan euro dan yen pun mulai stabil. AS saat ini sedang menanti (non-farm payrolls) yang akan dilaporkan pada hari ini. “Pasar telah reli cukup kuat. (Pasar saat ini mulai) terlihat lelah,” ujar James Woods, Analis Investasi Global Rivkin Securities, Jumat (2/12).

Dari dalam negeri sendiri kemarin telah dilaporkan bahwa inflasi bulan November mencapai 0,47%, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang hanya 0,14%. “Rata-rata memprediksi 0,3-0,4%,” kata Ekonom Central Asia David Sumual.

Menurut Yulia Safrina, Research and Analyst Monex Investindo Futures, pada akhir pekan ini pergerakan rupiah masih minim sentimen dari internal dan lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal, salah satunya menjelang rilis data non-farm payroll (NFP) AS hari ini. Penyerapan tenaga kerja AS di luar sektor diperkirakan mencapai 165.000 orang, naik dari bulan lalu yang hanya 161.000 orang.

Loading...