Efek Trump Hanya Temporal, Rupiah Berakhir Naik Tipis

Efek Temporer TrumpFrom : //ekbis.sindonews.com/

Efek terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden yang baru ternyata hanya berdampak temporal terhadap rupiah. Menurut laporan Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, Garuda mampu menutup sesi dagang awal pekan (14/11) ini dengan menguat tipis 8 poin atau 0,06% ke level Rp13.375 per AS setelah sebelumnya turun drastis pada akhir pekan lalu.

Rupiah mengawali hari ini dengan penguatan 19 poin atau 0,14% ke posisi Rp13.364 per dolar AS. Sempat bergerak melemah, istirahat siang mata uang Garuda kembali naik 44 poin atau 0,33% ke Rp13.399 per dolar AS. Tren positif ini akhirnya sukses dipertahankan sehingga rupiah ditutup di teritori hijau.

Sebelumnya, Ekonom Samuel Sekuritas , Rangga Cipta, menuturkan bahwa rupiah masih berpotensi tertekan setidaknya dalam jangka pendek atau hingga pertemuan pada Desember mendatang. “Namun, ruang pelemahan rupiah memang bisa dikurangi seiring kehadiran Bank di valas dan SUN yang saat ini dibekali oleh 115,7 miliar dolar AS cadangan devisa,” katanya.

Akhir pekan lalu, Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara, memang mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan intervensi dalam rangka stabilisasi nilai tukar rupiah, yakni dengan intervensi di pasar valuta asing dan Surat Berharga Negara (SBN). “Tetapi, kalau dilihat secara fundamental, Indonesia sebenarnya dalam kondisi yang terus membaik,” kata Mirza.

Namun, berbeda dengan rupiah yang berhasil bangkit pasca-terpilihnya Trump menjadi Presiden AS, sejumlah mata uang Asia masih tampak dalam tren negatif hingga Senin siang tadi. Pelemahan terdalam terhadap dolar AS dialami rupee India yang anjlok 0,92%, disusul yen Jepang dengan turun 0,68%, dan won Korea Selatan yang terdepresiasi 0,22%.

Loading...