Efek Tax Amnesty, Rupiah Diharapkan Lanjutkan Tren Penguatan

Disahkannya RUU memang menjadi angin segar bagi . Karena itu, mata uang Garuda diharapkan bisa melanjutkan tren penguatan pada Rabu (29/6) ini, selain faktor meredanya efek .

Dilaporkan Index, rupiah memang mengawali perdagangan tengah pekan ini dengan pelemahan sebesar 11 poin atau 0,08% di posisi Rp13.199 per dolar AS. Namun, mata uang Garuda berbalik menguat 24 poin atau 0,18% ke level Rp13.164 per dolar AS pada pukul 08.29 WIB. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau 0,205 poin atau 0,21% ke 96,040 pada pukul 06.56 WIB.

“Sentimen tax amnesty diharapkan dapat terus melanjutkan penguatan rupiah dalam jangka panjang,” ujar Kepala Riset NH Securities , . “Ini ditambah melemahnya indeks dolar AS yang mampu membawa rupiah di posisi terkuat dalam empat bulan terakhir.”

Meski begitu, Reza mengingatkan agar terus mewaspadai sentimen yang ada, terutama dari sektor eksternal. “Rupiah hari ini akan bergerak di rentang support Rp13.192 per dolar AS dan resisten Rp13.107 per dolar AS,” sambung Reza.

Senada, Analis Pasar Uang Bank Mandiri, Rully Arya Wisnubroto, mengemukakan bahwa selain disahkannya RUU tax amnesty, meredanya tekanan Brexit juga berimbas positif bagi laju mata uang Garuda. “Dua faktor tersebut membuat rupiah menguat cukup signifikan,” katanya.

Namun, data pertumbuhan AS kuartal I 2016 yang diumumkan Selasa (28/6) malam bisa memberi dampak. “Rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp13.150 hingga Rp13.350 per dolar AS dengan kecenderungan melemah,” kata Rully.

Loading...