Efek PDB Mulai Terasa, Rupiah Rebound 0,19% di Awal Selasa

Rupiah - Tribunnews.comRupiah - Tribunnews.com

JAKARTA – pertumbuhan Indonesia kuartal III 2018 ternyata berdampak positif pada awal perdagangan Selasa (6/11) ini. Seperti dipaparkan Bloomberg Index, Garuda membuka transaksi dengan menguat 29 poin atau 0,19% ke level Rp14.948 per AS. Sebelumnya, spot berakhir melemah 22 poin atau 0,15% di posisi Rp14.977 pada tutup dagang Senin (5/11).

Kemarin, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa sepanjang kuartal III 2018, ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 5,17%. Meski melambat dari kuartal kedua 2018, namun catatan ini masih lebih tinggi dari prediksi dan lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi , pertumbuhan didorong oleh semua lapangan usaha, sedangkan dari sisi pengeluaran, ditopang oleh semua komponen.

“Pada perdagangan kemarin, aksi profit taking membuat tersandung, selain dipengaruhi oleh koreksi nilai tukar yuan China,” tutur ekonom Bahana Sekuritas, Satria Sambijantoro, dikutip Kontan. “Seperti diketahui, China merupakan mitra dagang utama bagi Indonesia, sehingga mata uang cukup sensitif terhadap yuan.”

Pada perdagangan hari ini, rupiah menantikan rilis data cadangan devisa dalam negeri pada bulan Oktober 2018 yang diprediksi akan naik. Satria memperkirakan, kenaikan cadangan devisa Indonesia sekitar 100 juta dolar AS sampai 500 juta dolar AS. Ia pun memprediksi, gerak rupiah masih terbatas di level Rp14.970 hingga Rp15.020 per dolar AS.

Sementara itu, dari pasar , indeks dolar AS masih terjebak dalam rentang yang ketat pada Selasa pagi ini, karena investor berfokus pada pemilihan paruh waktu AS. Pemilihan legislatif AS secara luas diharapkan mendorong Partai Demokrat, yang memiliki peluang kuat untuk memenangkan kendali House of Representatives, sedangkan Partai Republik tampaknya masih akan mempertahankan Senat.

“Pasar semakin yakin dengan kemungkinan kemenangan bagi Partai Republik, bahkan di House of Representatives,” ujar kepala strategi mata uang di Mizuho Securities, Masafumi Yamamoto. “Jika Partai Republik memenangkan di kedua majelis, kemungkinan akan meningkatkan nilai tukar dolar AS. Namun, kenaikan tajam imbal hasil Treasury AS setelah pemilihan dapat menyebabkan penjualan saham AS.”

Loading...