Efek Neraca Dagang Mulai Terasa, Rupiah Dibuka Naik Tipis

Rupiah - blog.talenta.coRupiah - blog.talenta.co

Efek dalam negeri agaknya baru berimbas positif terhadap rupiah pada perdagangan Selasa (17/7) pagi. Seperti dilaporkan Index, Garuda mengawali dengan menguat tipis 4 poin atau 0,03% ke level Rp14.390 per dolar AS. Sebelumnya, spot ditutup melemah 16 poin atau 0,11% di posisi Rp14.394 per dolar AS pada akhir Senin (16/7) kemarin.

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja mengumumkan bahwa sepanjang bulan Juni 2018, neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar 1,74 miliar dolar AS. Nilai pada bulan keenam mencapai 13 miliar dolar AS atau turun 19,8% dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan mengalami penurunan curam sebesar 36,27% dari bulan Mei menjadi 11,26 miliar dolar AS.

“Senin kemarin, setelah neraca perdagangan dirilis, rupiah sempat naik meski memang tidak tajam,” ujar ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail, dikutip Kontan. “Penguatan rupiah yang dipicu positif neraca perdagangan masih terbatas lantaran pelaku pasar masih diselimuti ketidakpastian perang dagang AS-China.”

Untuk perdagangan Selasa ini, Mikail berpendapat bahwa rupiah akan bergerak stabil dan cenderung menguat. Selain karena sentimen neraca perdagangan, juga ada lelang surat utang negara (SUN) sehingga mata uang Garuda seharusnya bisa lebih stabil. “Jika tidak ada berita insidental dari luar, terutama pernyataan-pernyataan Presiden AS, Donald Trump, rupiah berpotensi naik,” katanya.

Sementara itu, analis Monex Investindo Futures, Putu Agus Pransuamitra, menuturkan bahwa sepanjang perdagangan kemarin, ada sentimen negatif dari luar yang memengaruhi pergerakan rupiah, yang tidak jauh-jauh dari kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed. Selain itu, angka China kuartal II yang lebih rendah juga menyeret posisi rupiah ke zona merah.

Selain rupiah, mata uang lainnya di terpantau bergerak variatif pada Senin sore kemarin, dengan yuan offshore China yang menguat 0,36% memimpin apresiasi di antara sejumlah mata uang . Di sisi lain, won Korea Selatan yang mengalami pelemahan sebesar 0,51% memimpin depresiasi beberapa mata uang di Benua Kuning.

Loading...