Efek Krisis Turki, Rupiah Anjlok 0,9% di Akhir Senin

Rupiah - www.aktual.comRupiah - www.aktual.com

gagal mengatrol posisi ke zona hijau, setelah investor cenderung memburu sebagai aset safe haven, imbas kekhawatiran di Turki yang membuat nilai tukar euro dan lira melorot. Menurut catatan Index pukul 15.58 WIB, Garuda berakhir anjlok 130 poin atau 0,90% ke level Rp14.608 per .

Sebelumnya, rupiah sudah ditutup terdepresiasi 62 poin atau 0,43% di posisi Rp14.478 per dolar AS pada akhir pekan (10/8) kemarin. Pagi tadi, tren negatif mata uang NKRI berlanjut dengan dibuka melemah 101 poin atau 0,7% ke level Rp14.579 per dolar AS. Sepanjang transaksi hari ini, spot praktis tidak memiliki otot untuk bergerak ke zona hijau.

Dari , permintaan terhadap aset safe haven, seperti indeks dolar AS dan yen Jepang, meningkat ketika pelemahan menerjang euro akibat kekhawatiran tentang dampak krisis di Turki terhadap bank-bank Eropa. Mata uang Paman Sam pun terpantau menguat 0,059 poin atau 0,06% ke level 96,416 pada pukul 11.12 WIB, sedangkan euro harus melorot 0,0033 poin atau 0,29% ke posisi 1,138 per dolar AS pada pukul 10.35 WIB.

Dilansir Reuters, mata uang tunggal Benua Eropa telah terpukul keras pada Jumat kemarin, setelah Financial Times melaporkan bahwa Europe Central Bank (ECB) memiliki kekhawatiran bahwa bank di Spanyol, Italia, dan Prancis akan terdampak krisis Turki. Krisis juga menyeret lira setelah Recep Tayyip Erdogan tidak menunjukkan tanda-tanda mengalah dalam pertikaian diplomatik dengan pemerintah AS.

“Namun, exposure bank-bank Eropa ke Turki tampaknya tidak sebesar yang dikhawatirkan banyak orang, sehingga saya pikir itu dapat dikelola,” tutur kepala strategi mata uang di Mizuho Securities, Masafumi Yamamoto. “Gejolak ini tidak akan mengarah pada semacam krisis perbankan di kawasan Benua Eropa.”

Pendapat Yamamoto mungkin ada benarnya karena lira perlahan mulai memangkas koreksi pada hari Senin ini. Pelemahan mata uang itu sedikit mereda setelah pemerintah Turki menyatakan sudah menyusun rencana langkah demi meredakan kekhawatiran investor sehubungan dengan melorotnya nilai tukar lira.

Loading...