Efek Inflasi Kenaikan Harga BBM Diprediksikan 1,2 Persen

JAKARTA Kekhawatiran melambungnya -harga barang saat kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bakal mampu diredam. Hal itu terlihat dari proyeksi tambahan yang tetap rendah kapan pun BBM dikerek asal bertahap.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, tambahan inflasi apabila bersubsidi naik mencapai 1,2-1,5 persen selama setahun dari asumsi dasar inflasi di RAPBN 2015 sebesar 4,4 persen. “Jika naiknya tarif angkutan sama dengan kenaikan harga bensin, (tambahan inflasi) bisa 1,5 persen”.

Perry optimistis angka yang rendah itu tercapai, mengingat tahun lalu inflasi juga sukses dikendalikan meski harga BBM bersubsidi naik 33 persen. Syarat kedua adalah soal pemilihan waktu kenaikan harga BBM bersubsidi. Pada masa-masa itu, inflasi cenderung rendah karena musim panen.

Rendahnya inflasi bergantung kepada seberapa besar harga BBM dinaikkan. Jika pemerintah memilih menaikkan harga BBM sebesar Rp 1.000 per liter, itu dapat diasumsikan tambahan inflasi mencapai 1,2 persen setahun.

“Kalau harga BBM naik Rp 2 ribu per liter, inflasi tambahannya bisa 2,2 persen. Jika dinaikkan Rp 800 per liter, inflasi tambahannya mungkin hanya 1 persen”, pungkas Perry. [JPNN]

Loading...