Efek Brexit bukan Jangka Panjang, Rupiah balik ke level 13.300-an

Jakarta – Rupiah menutup di awal pekan dengan terapresiasi 40 poin pada level Rp 13.351/USD. Sebelumnya, gerak Rupiah diawali catatan pelemahan sebesar 76,5 poin (0,57%) di level Rp 13.467 per AS pada perdagangan Senin pagi (27/6).

Pelemahan Rupiah di awal perdagangan diduga mengekor pada gerak mayoritas mata uang Asia yang cenderung terhadap Dolar AS.

Rangga Cipta, Ekonom Samuel Sekuritas menilai, sentimen negatif dari global pasca diperkirakan hanya akan bertahan sesaat.

“Efek tidak langsung dari penurunan berpeluang menekan Rupiah,” ujar Rangga Cipta dalam risetnya, Senin (27/6).

Sebelumnya, Direktur Utama Central Asia (BCA) Jahja Setiatmadja mengungkapkan bahwa keluarnya dari Uni Eropa (Brexit) menyebabkan jatuhnya nilai Poundsterling, yang pada ujungnya semakin memperkuat posisi Dolar AS.

“Efek langsung (Brexit) tak ada, tapi ini kalau () Poundsterling jatuh karena Brexit, pengaruh ke dolar juga. Kalau permintaan dolar jadi tinggi, dolarnya akan berpengaruh ke kita juga. ( valas) terpengaruh,” kata Jahja, Jumat (24/6).

Tak meleset, Rupiah berbalik menguat sejak perdagangan sesi pertama ditutup. Rupiah mulai kembali menginjak level 13.300-an setelah menguat 13 poin di level Rp 13.378/USD. Meski mata uang cenderung bergerak mixed, Rupiah terus mempertahankan posisinya hingga ditutup pada level Rp 13.351/USD.

Loading...