ECB Pertahankan Suku Bunga, Rupiah Kembali Tak Berdaya di Hadapan Dolar AS

Jakarta – Mata uang mengawali pagi hari ini, Jumat (9/6) dengan pelemahan sebesar 7 poin atau 0,05 persen ke posisi Rp 13.305 per AS. Sebelumnya, rupiah ditutup menguat 0,04 persen atau 5 poin ke level Rp 13.298 per AS usai diperdagangkan antara Rp 13.293 hingga Rp 13.325 per AS.

Di sisi lain indeks dolar AS kembali terpantau menguat 0,20 persen ke 96,942 pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB berkat dorongan sentimen dari Bank Sentral Eropa () yang tetap mempertahankan suku bunga acuannya seperti sebelumnya. Pada pertemuan dewan ECB memutuskan bahwa tingkat suku bunga pada operasi refinancing utama, marjinal, dan masing-masing tetap berada pada level 0,00 persen, 0,25 persen, dan -0,40 persen.

Dari dalam negeri, rupiah diperkirakan masih akan bergerak pada zona merah meskipun pagi ini hanya mengalami pelemahan tipis. Pasalnya, di tengah pelemahan euro terhadap dolar AS, the Greenback diperkirakan akan kembali menguat sepanjang perdagangan hari ini. “Diharapkan pelemahan dapat lebih terbatas. Tetap cermati berbagai sentimen tersebut dan antisipasi jika masih adanya peluang pelemahan lanjutan,” kata Reza Priyambada, Analis Senior Binaartha Sekuritas seperti dilansir Sindonews.

“Sementara itu, belum adanya berita terbarukan dari kondisi makro dalam negeri membuat semangat rupiah kembali turun. Bahkan telah terpilihnya pihak-pihak yang akan menduduki OJK tidak juga mampu memberikan sentimen positif pada rupiah,” imbuh Reza.

Akan tetapi rupiah masih memiliki penopang yang berasal dari dalam negeri. Indonesia bulan Mei dilaporkan meningkat ke angka USD 124,95 miliar yang merupakan perolehan tertinggi sepanjang sejarah sejak tahun 1998 silam. Perolehan tersebut juga naik dari cadev bulan April di posisi USD 123,25 miliar.

Loading...