Dulu Tak Laku, Kini Harga Kayu Sonokeling Lebih Mahal dari Jati

Kebumen – Kayu sonokeling saat ini sedang menjadi primadona. Harganya bahkan mendadak mengalami kenaikan yang cukup signifikan hingga mencapai Rp 4-6 juta, mengalahkan kayu jati dengan ukuran sama.

Para masyarakat di Kebumen pun merasa cukup beruntung lantaran sonokeling sebelumnya hanya dianggap sebagai pohon liar yang tumbuh di pekarangan dan tak membutuhkan perawatan khusus. “Saat ini masyarakat sangat diuntungkan dengan naiknya harga kayu sonokeling, padahal dulu kayu ini tidak begitu laku,” ujar Desa Pakuran, Kecamatan Pejagoan.

Pohon sonokeling mempunyai ekonomis tinggi lantaran mirip seperti pohon jati dengan kayu yang keras dan bertekstur indah. Hal inilah yang mengakibatkan kayu sonokeling banyak digunakan untuk lantai dan juga furnitur.

Ia menjelaskan, pohon sonokeling berdiameter 1 meter kini laku Rp 4-6 juta. Padahal pohon jati berukuran sama harganya hanya Rp 3-4 juta. “Saya mempunyai satu pohon yang sudah berkali-kali ditawar Rp 7 juta namun hingga kini belum saya berikan, biar untuk tabungan dulu,” ungkapnya.

Meski sangat menguntungkan, budidaya pohon sonokeling memang membutuhkan kesabaran karena butuh waktu yang panjang. “Semakin tua pohonnya, harga kayunya semakin mahal,” kata salah satu pembudidaya sonokeling asal Cilacap, Daryanto.

Menurut warga lain bernama Suyatno, harga kayu sonokeling mulai merangkak naik sejak tahun 2014 lalu. “Satu pohon dengan diameter 1 meter, kalau dibuat almari, paling hanya menjadi dua unit. Jika satu almari laku Rp 1,5 juta maka hasil almari hanya Rp 3 juta. Namun ada pembeli yang mau membeli pohon Sonokeling dengan ukuran tersebut, seharga Rp 5 juta,” tutur Suyatno.

Sebagai , berikut harga kayu sonokeling dalam berbagai ukuran:

Tipe Kayu SonokelingPanjangHarga
A1 (15-19 cm)Lebih dari 2 meterRp 4 juta
A21Lebih dari 2 meterRp 7 juta
A22Lebih dari 2 meterRp 8 juta
A3Lebih dari 2 meterRp 9 juta
Loading...