Dukung Geliat E-Commerce, Bea Cukai Terbitkan Aturan Baru Impor Barang

Bea Cukai - beacukai.go.id

JAKARTA – Geliat bisnis (pemanfaatan dan dalam ) di saat ini memang semakin berkembang. Untuk mendorong pertumbuhan e-commerce dan guna mendukung efisiensi, kecepatan, akurasi, kemudahan perhitungan , serta penelusuran kiriman, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan baru saja menerbitkan aturan baru terkait kiriman.

Kebijakan yang tertuang dalam Perdijen No. PER-2/BC/2017 itu lebih memperjelas beban dan tanggung jawab yang ditanggung oleh si pemilik barang. Peraturan ini pun dinilai akan lebih menguntungkan para penggiat e-commerce. “Keuntungan yang bisa diperoleh adalah semakin besarnya jumlah pembebasan barang kiriman yang diberikan oleh Bea Cukai,” jelas Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Bea Cukai, Robert Leonard Marbun.

“Semula, diberikan pembebasan bea masuk sebesar FOB (free on board) USD 50 setiap penerima barang per kiriman, sekarang menjadi FOB USD 100 setiap penerima barang per kiriman,” sambungnya. “Namun, jika dulu barang yang melebihi pembebasan akan dikenakan bea masuk dan pajak impor atas kelebihannya, sekarang atas barang kiriman yang melebihi nilai pembebasan akan seluruhnya dikenakan bea masuk dan pajak impor.”

Ditambahkan Robert, aturan ini memperkuat Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK-182/PMK.04/2016 tentang Ketentuan Impor Barang Kiriman. Selain itu, Bea Cukai dalam hal ini selalu berpedoman pada pengiriman barang atau yang disebut dengan Consignment Note (CN) yang diberikan oleh pihak jasa pengiriman (PT POS/perusahaan jasa titipan (PJT)).

“Dokumen ini merupakan dokumen perjanjian pengiriman barang antara pengirim barang di luar negeri dengan penyelenggara pos untuk mengirimkan barang kiriman kepada penerima barang di dalam negeri,” imbuh Robert. “Untuk barang kiriman dengan nilai di atas FOB USD 1.500, penerima barang harus menggunakan dokumen PIBK atau PIB.”

Implementasi aturan ini sudah dilakukan sejak tanggal 28 Januari 2017 lalu untuk Bea Cukai jakarta, dan tanggal 16 Februari 2017 untuk Bea Cukai Tanjung Emas. “Selanjutnya, aturan ini juga bakal diberlakukan untuk Bea Cukai Ngurah Rai, Kualanamu, Juanda, dan pabean lainnya,” tutup Robert.

Loading...