Dukung Fashion Muslim, Pelindo Siap Bangun Pelabuhan Syariah

Jakarta – PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) dan PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) akan bekerjasama mendirikan pelabuhan pertama di Indonesia. Nantinya pembangunan Halal Hub ini bakal diatur sesuai syariat .

“Ini adalah terobosan baru di Indonesia,” ujar Direktur Utama Pelindo II, Elvyn G. Masassya di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Rabu (3/8).

Supporting Director Jakarta International Estate Pulogadung Sitta Rosdaniah, menambahkan pelabuhan halal tersebut diharapkan bisa jadi pusat distribusi segala barang dan halal di Asia Tenggara maupun di .

“Indonesia seperti yang diketahui adalah memiliki banyak muslim. Kami yakin Indonesia ini bisa membuat dunia itu mendapatkan barang dan jasa bermutu di Indonesia. Dan Indonesia bisa banyak mendapatkan barang halal,” papar Sitta.

Halal Hub akan jadi tempat transit untuk segala dari negara-negara non muslim yang didistribusikan ke sejumlah negara mayoritas muslim. Halal Hub juga akan terintegrasi dengan halal port, halal zone (halal warehouse dan halal moslem fashion hub), serta pelaksanaan halal logistic an supply chain management.

Pelabuhan Tanjung Priok dijadikan sebagai halal port, sedangkang kawasan industri Pulo Gadung menjadi halal zone dan industri kreatif.

“Diharapkan dengan adanya halal hub ini barang-barang dari Middle East (dan) Malaysia masuk ke Indonesia dan dikelola dengan pendekatan syariah,” ujar Evelyn.

Pelabuhan halal tersebut dilengkapi berupa gudang dengan luas 6.840 m2, lapangan penumpukan seluas 24.000 m2, cold storage berkapasitas 3.344 ton. Halal Hub Port juga berkolaborasi dengan LPPOM MUI demi memastikan segala produk yang masuk dan keluar pelabuhan halal.

“Setelah persiapan infrastruktur selesai, MTI siap memberikan terbaik dalam pengoperasian Halal Port, dan memberikan jaminan kepada produk Halal baik di Indonesia maupun negara berpenduduk mayoritas Muslim lainnya, bahwa produk yang mereka dapatkan sudah memenuhi standar Syariat Islam dalam penanganannya,” ungkap Direktur Utama PT Multi Terminal Indonesia (MTI, Tony Hajar Andenoworih.

Halal Moslem Fashion Hub kelak diprediksi menjadi pusat industri kreatif dari dunia fashion. “Kami mempersiapkan kawasan industri dalam Halal Zone ini tidak terbatas pada produk farmasi, kosmetik, fashion maupun makanan saja, tapi akan dikembangkan untuk produk maupun jasa layanan halal. Industri kreatif, pariwisata, serta layanan keuangan dan asuransi yang Islami, misalnya, akan kami layani juga,” ujar Direktur Utama JIEP, Rahmadi Nugroho.

Loading...