Dua Tahun Pemerintahan Jokowi, Ekonomi Indonesia Jalan di Tempat

JAKARTA – Pemerintahan Joko Widodo- genap berusia dua tahun pada 20 Oktober besok. Namun, pemerintahan Jokowi-JK ini dinilai belum membawa dampak yang bagi perekonomian . dalam negeri malah dianggap mengalami stagnasi yang cukup serius, bahkan cenderung menurun.

“Meski sejumlah lembaga survei menilai kinerja ekonomi pemerintah terus meningkat, namun fakta di lapangan berbicara lain,” kata Anggota Komisi XI DPR RI, Heri Gunawan. “Pada tahun 2014, ekonomi tumbuh 5,02 persen, sedangkan pada tahun berikutnya malah turun menjadi 4,8 persen.”

Ditambahkan Heri, stagnasi ekonomi ini juga berdampak pada meningkatnya angka hingga 6,81 persen. “Demikian juga dengan angka kemiskinan yang kini mencapai 28,3 juta jiwa dan yang meningkat 5,73 persen,” sambungnya.

Di samping itu, cadangan devisa Indonesia juga turut menyusut karena tergerus utang. Tercatat, pada Oktober 2014, utang pemerintah hanya Rp2.600 triliun. Namun, pada Mei 2016, sudah melonjak hingga Rp3.320 triliun. Sementara, cadangan devisa negara hanya tersisa 103,56 miliar AS.

“Hal tersebut bisa dikualifikasikan sebagai posisi kritis di tengah nilai yang menurun dan tuntutan pembayaran utang ditambah bunga utang yang membengkak,” lanjut Heri. “Keadaan ini juga terus memberikan kontraksi pada terhadap yang masih betah di kisaran Rp13.000.”

Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin, mengatakan bahwa pemerintahan Jokowi selama dua tahun ini memang dihadapkan pada gejolak ekonomi global yang cukup kuat. Ini berimbas pada yang cenderung turun sehingga menyebabkan penerimaan negara menipis dan akhirnya membuat pemerintah harus memangkas anggaran yang cukup besar.

“Hal tersebut merupakan tantangan yang harus dihadapi pemerintahan Jokowi, tapi saya kira sudah berjalan cukup baik,” katanya. “Dengan beberapa paket kebijakan ekonomi, termasuk program tax amnesty, negara masih dapat menutupi anggaran yang kurang.”

Loading...