Dorong Pertumbuhan Kredit dan Ekonomi, Bank Indonesia Pangkas BI Rate Ke 6,5%

bi-bankindonesiaBank Indonesia

membuat keputusan untuk memangkas acuan keempat kalinya tahun ini menjadi 6,5% pada Kamis (16/6) kemarin. Pemangkasan BI rate ini dipicu keputusan yang mempertahankan acuan sehingga memberikan kesempatan untuk melanjutkan pelonggaran kebijakan untuk membenahi PDB Indonesia yang hanya tumbuh 4,92% pada kuartal pertama .

Sebelumnya, Bank Indonesia telah memangkas suku bunga pada periode Januari hingga Maret dengan total 75 basis poin. Namun, pemangkasan tingkat suku bunga ini masih gagal menurunkan dan suku bunga kredit bank guna mendorong pertumbuhan kredit.

Selain itu, Bank Indonesia juga telah memangkas proyeksi pertumbuhan untuk kuartal kedua, dari semula di atas 5% menjadi antara 4,9% hingga 5%. “Bank Indonesia memandang kebijakan pelonggaran diperlukan untuk meningkatkan pertumbuhan kredit dan untuk mendorong pertumbuhan di masa depan,” jelas Direktur Komunikasi Bank Indonesia, Tirta Segara.

Bank Indonesia juga mengumumkan pemotongan suku deposito dan perbankan sebesar masing-masing 25 basis poin, yaitu 4,5% dan 7%, yang berlaku mulai hari Jumat (17/6). Pada mendatang, Bank Indonesia juga berencana untuk memperingan persyaratan untuk kredit properti dan pembiayaan.

“Kami mencoba untuk mendorong permintaan dari sektor properti karena merupakan leading sector kita,” kata seorang pejabat Bank Indonesia. “Pertumbuhan juga diperkirakan akan terjadi di sektor lain seperti konstruksi, , pertambangan, dan jasa.”

Penurunan BI rate ini sudah diperkirakan oleh 11 dari 29 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg. Nomura awalnya mengatakan Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuan, sebelum keputusan terbaru The Fed. “Setelah memotong total 75 basis poin, kami pikir Bank Indonesia akan menunggu kebijakan baru sebelum memangkas suku bunga lagi,” kata Nomura sebelum pengumuman hari Kamis.

Loading...