Donald Trump Menang, Keamanan di Asia Bergejolak

BANGKOK – Kehadiran militer AS telah menjadi pilar keamanan di selama beberapa dekade. Tetapi, hasil Pemilihan AS yang menyatakan Donald Trump sebagai berikutnya telah memicu kecemasan bagi banyak orang di wilayah itu, terutama tentang retorika isolasionis yang didengungkan utusan dari Partai Republik tersebut.

AS telah lama melakukan kerjasama pertahanan bilateral dengan , Korea Selatan, Filipina, dan Australia, serta India dan Singapura. Jaringan ini telah bekerja untuk mengamankan status quo teritorial di Asia Pasifik, dan sebagai upaya pencegahan agresi dari Korea Utara, , dan . Namun, pada kampanye, Trump telah berulangkali mengkritik aliansi dengan Jepang dan Korea Selatan sebagai non-reciprocal dan “tidak adil” dalam hal dan tanggung jawab militer.

Beberapa analis takut sikap ini dapat menyebabkan perubahan besar-besaran dari pengaturan pertahanan yang telah ada, yang mungkin akan mempercepat keseimbangan kekuatan pergeseran antara AS dan China. Dalam konteks ini, risiko geopolitik cenderung akan meningkat.

“Seorang presiden baru telah mempertanyakan dekade panjang aliansi di Asia dengan Korea Selatan dan Jepang, dan telah mengecam China,” ujar CEO Centennial Asia Advisors, Manu Bhaskaran. “Ini sekaligus mengisyaratkan Rusia dan juga musuh-musuh AS lainnya, termasuk Korea Utara, untuk menguji seberapa jauh mereka dapat ‘pergi’ dengan AS.”

Sementara, yang lainnya memperingatkan bahwa pemerintahan yang dijalankan oleh Trump, yang memiliki track record komentar anti-Muslim, akan memprovokasi serangan teror di AS dan warganya di seluruh dunia.”Trump akan mendorong lebih banyak militan, seperti di Timur Tengah, Eropa, dan untuk menuju ‘skor besar’, serangan mematikan di Amerika,” ujar Presiden Eurasia Group, Ian Bremmer.

Pejabat senior di kantor Wakil Presiden Indonesia, Dewi Fortuna Anwar, menambahkan bahwa Presiden Trump bukan hanya bencana bagi AS, melainkan juga -negara lain. “Amerika adalah adidaya. dan sikap memusuhi umat Islam, Latin, China, dan sekutunya akan berarti ketidakpastian bagi Indonesia dan seluruh dunia,” katanya.

Meski demikian, Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak. menyebut kemenangan Trump dalam Pilpres AS sebagai kemenangan yang luar biasa. “Kami adalah sekutu yang kuat dalam perang dunia melawan terorisme dan ekstremisme. Kami berharap dapat melanjutkan kerjasama ini,” kata Najib.

Loading...