Donald Trump Dikecam Dunia Usai Larang Umat Muslim Masuk AS

Usulan Donald Trump tentang pelarangan umat memasuki menuai kontroversi. Bahkan, calon AS dari Partai Republik tersebut dianggap sudah gila.

Keamanan Dalam Negeri AS, Jeh Johnson, mengatakan bahwa komentar Trump justru malah bisa melemahkan keamanan Amerika Serikat. “Usulan Trump bisa menggagalkan upaya AS untuk terhubung dengan komunitas Muslim,” kata Johnson.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, mengatakan bahwa ide-ide Trump tidak konstruktif. Bahkan, Gedung Putih meminta Partai Republik menghentikan dukungan mereka kepada pengusaha real estate tersebut.

“Komentar Trump mendiskualifikasi dia dari presiden,” tegas juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest. “Sekarang, Partai Republik harus menghentikan dukungan mereka.”

Kecaman tidak hanya datang dari negeri sendiri. Perancis, Inggris, warga Muslim dari -negara , hingga pun mengecam komentar Trump.

“Mr. Trump seperti orang lain,” tulis Perdana Menteri Perancis, Manuel Valls, di akun Twitter. “Ia memakan kebencian dari informasi yang salah.”

Rival Trump, Senator Lindsey Graham, mendesak semua pihak mengecam pemikiran Trump. Jeb Bush bahkan menyebut Trump sudah gila.

Sebelumnya, Donald Trump menyerukan larangan kedatangan Muslim ke AS setelah insiden penembakan California, Senin (7/12). Ia mendesak agar AS melakukan penutupan bagi warga Muslim secara total dan menyeluruh.

Menurutnya, “kebencian” Muslim terhadap warga Amerika dapat mengancam bangsa. “Perbatasan harus ditutup untuk Muslim hingga perwakilan negara mengetahui apa yang sebenarnya terjadi,” kata Trump.

Trump sendiri berkilah bahwa ide-idenya tersebut tidak ada yang lebih buruk daripada milik Presiden Franklin D. Roosevelt, yang mengawasi interniran lebih dari 110 ribu orang di kamp-kamp AS setelah Jepang mengebom Pearl Harbor pada 7 Desember 1941. “Apa yang saya lakukan tidak berbeda dari FDR,” kata Trump pada “Good Morning America” ABC.

Loading...