Dolar Turun, Rupiah Stagnan di Senin Sore

Rupiah ditutup stagnan pada perdagangan Senin (22/10) sore - independensi.com

gagal merangsek ke area hijau pada Senin (22/10) sore meski indeks bergerak melemah di tengah kabar terbaru mengenai dan rencana anggaran Italia. Menurut paparan Index pada pukul 15.00 WIB, Garuda berada di level Rp15.187 per AS, tidak berubah dari penutupan sebelumnya.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp15.192 per dolar AS, menguat 29 poin atau 0,19% dari perdagangan sebelumnya di level Rp15.221 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia mixed versus greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,32% dialami won Korea Selatan dan pelemahan terdalam sebesar 0,08% menghampiri baht Thailand.

Dari pasar , indeks dolar AS terpantau sedikit melemah pada hari Senin, sedangkan euro dan pound sterling bergerak stabil, di tengah kabar terbaru mengenai Brexit dan rencana anggaran Italia. Mata uang Paman Sam melemah 0,067 poin atau 0,07% menuju level 95,946 pada pukul 11.04 WIB, sedangkan euro diperdagangkan datar di posisi 1,1514 terhadap greenback.

Dikutip dari CNBC, Komisi Eropa pada Kamis (18/10) kemarin telah mengirim surat kepada Roma yang menyebut rancangan anggaran mereka telah melanggar aturan fiskal Uni Eropa ‘ yang belum pernah terjadi sebelumnya’. Italia memiliki waktu hingga Senin ini untuk menjelaskan kepada komisi mengenai anggaran tersebut sebelum mungkin nantinya akan menyebabkan sanksi.

Menurut analis pasar di CMC Markets, Jonathen Chan, pergerakan euro dan pound Inggris mungkin menjadi semakin sensitif terhadap faktor geopolitik seperti masalah anggaran Italia dan pembicaraan Brexit. Sementara itu, analisis harga di DBS, Philip Wee, menuturkan bahwa ECB kemungkinan akan mengirim peringatan keras pada Italia karena mengancam persatuan pasar tunggal.

Melemahnya dolar AS membuat harga emas beringsut pada hari ini, menguat 0,2% ke level 1.213 dolar AS per ounce, mendekati posisi tertinggi selama 2,5 bulan terakhir. Pada 15 Oktober lalu, logam mulia sempat menembus level 1.233,26 dolar AS per ounce. “Sejauh ini, kita bisa mendapatkan resep yang bagus untuk memulihkan harga emas,” ujar analis Argonaut Securities, Helen Lau.

Loading...