Dolar Terus Tertekan, Rupiah Melonjak 31 Poin di Akhir Dagang

mampu melanjutkan tren penguatan selama empat hari beruntun karena indeks terus tertekan setelah survei menyatakan inflasi dalam jangka panjang akan jatuh. Menurut Index pukul 15.59 WIB, Garuda mengakhiri hari ini (20/3) dengan penguatan sebesar 31 poin atau 0,23% ke level Rp13.314 per dolar .

Tren positif rupiah sudah berlangsung sejak awal dagang dengan naik tipis 4 poin atau 0,03% ke posisi Rp13.341 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali menguat 22 poin atau 0,16% ke level Rp13.323 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.51 WIB, spot masih nyaman di zona hijau usai 32 poin atau 0,24% ke posisi Rp13.313 per dolar AS.

Sepanjang hari ini, pergerakan indeks dolar AS memang cenderung melemah usai University of Michigan mengeluarkan hasil survei yang menyatakan bahwa angka inflasi AS dalam jangka panjang akan jatuh. Selain itu, kejatuhan the greenback juga disebabkan runtuhnya harapan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga lebih agresif dari perkiraan awal.

Setelah bergerak melemah 0,13% ke level 100,17 pada pukul 10.30 WIB, indeks dolar AS kembali terdepresiasi 0,25% ke posisi 100,05 pada pukul 14.44 WIB. “Selain itu, kondisi geopolitik di Eropa juga bukan pertanda baik bagi dolar AS, meski kami sebenarnya berharap agar mata uang Paman Sam bisa bertahan,” ujar Analis Morgan Stanley, Hans Redeker.

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di level Rp13,329 per dolar AS, menguat 13 poin atau 0,09% dibandingkan perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.342 per dolar AS. Di saat yang sama, mayoritas mata uang perkasa versus the greenback dengan kenaikan tertinggi dialami won Korea Selatan sebesar 0,83%, disusul dolar Taiwan dengan 0,43%.

Loading...