Dolar Tertekan Rudal Korut, Rupiah Berakhir Menguat Super Tipis

mampu mempertahankan posisinya di zona hijau hingga akhir dagang karena indeks AS cenderung loyo seiring aksi rudal dari Korea Utara. Menurut catatan Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, NKRI memungkasi hari ini (5/9) dengan penguatan super tipis 1 poin atau 0,01% ke level Rp13.338 per dolar AS.

Pada perdagangan Senin (3/9) kemarin, rupiah ditutup di posisi Rp13.339 per dolar AS. Kemudian, pada awal transaksi hari ini, spot dibuka dengan tipis 1 poin atau 0,01% ke level Rp13.338 per dolar AS. Sepanjang sesi, mata uang Garuda bergerak di kisaran Rp13.330 per dolar AS hingga Rp13.342 per dolar AS.

Dari , indeks dolar AS relatif bergerak melemah karena terdampak meningkatnya ketegangan di tengah-tengah tanda-tanda bahwa Korea Utara bakal melakukan lebih banyak uji coba rudal. Pada pukul 11.28 WIB tadi, mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,141 poin atau 0,15% ke posisi 92,494.

Reuters melaporkan bahwa ketegangan kembali meningkat setelah Korea Utara melakukan uji coba bom hidrogen pada Minggu (3/9) kemarin. tersebut juga dikabarkan akan melakukan uji coba rudal balistik lainnya menjelang hari kemerdekaan tanggal 9 September mendatang. “Situasi di Korea Utara menimbulkan risiko bagi pasar tanpa akhir yang jelas, sehingga membatasi keuntungan dolar AS,” ujar ekonom senior Sumitomo Mitsui Trust, Ayako Sera.

Sebelumnya, analis Bank Mandiri, Reny Eka Putri, sempat menuturkan bahwa rupiah berpeluang menguat pada hari ini karena sentimen dalam negeri. Laporan terbaru yang menunjukkan Indonesia mengalami deflasi 0,07% pada bulan Agustus 2017 dapat mengerek nilai tukar mata uang Garuda, ditambah laporan data tenaga kerja AS yang masih berada di bawah ekspektasi.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi mematok tengah berada di posisi Rp13.336 per dolar AS, terapresiasi 9 poin atau 0,07% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.345 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia bergerak mixed terhadap greenback, dengan penguatan tertajam dialami yen Jepang sebesar 0,41% dan pelemahan terdalam menghampiri rupee India yang melorot 0,15%.

Loading...