Dolar Tertekan Pound, Rupiah Berhasil Menguat di Awal Dagang

Jakarta – Kurs dibuka tipis sebesar 4 poin atau 0,03 persen ke level Rp 13.294 per AS pada hari ini, Rabu (19/4). Kemarin, Selasa (18/4) rupiah berakhir terdepresiasi 0,09 persen atau 12 poin ke posisi Rp 13.298 per dolar AS usai bergerak pada rentang angka Rp 13.286 hingga Rp 13.317 per dolar AS.

Sementara itu indeks dolar AS ditutup melemah pada perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB. Melemahnya kinerja dolar AS diakibatkan oleh menguatnya mata uang pound sterling pasca (PM) Inggris, Theresa May tiba-tiba mengumumkan pemilihan umum dini. The ditutup melemah 0,79 persen atau 0,791 poin ke level 99,499.

Pound sterling sendiri berakhir menguat 2,20 persen terhadap dolar AS ke level tertinggi sejak awal bulan Oktober lalu. Theresa May kemarin telah mengumumkan akan melaksanakan pemilu lebih awal pada Juni tahun 2017 ini untuk memperkuat posisinya ketika melakukan negosiasi . Langkah May yang dianggap mendadak ini juga semakin menambah kekhawatiran terkait kondisi .

melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang menciptakan prospek politik lebih stabil bagi Brexit untuk terjadi, yang dipandang sebagai hal positif,” kata Alvise Marino, FX strategist Credit Suisse, Rabu (19/4).

Dolar juga turut akibat pernyataan Deutsche Bank yang mengatakan bahwa pengumuman pemilu Inggris adalah faktor penentu untuk pound sterling. Sedangkan dolar melanjutkan penguatan tipis 0,02 persen atau 0,024 poin ke 99,523, dan pound menguat 0,01 persen terhadap dolar AS.

Menurut PT Samuel Sekuritas Indonesia, surplus perdagangan Indonesia dapat menjaga likuiditas dolar AS, namun hingga kini ketidakpastian politik masih menjadi faktor utama. Dari dalam negeri para investor masih menanti hasil Pilkada Jakarta yang akan diselenggarakan pada hari ini. “Pergerakan rupiah saat ini lebih didominasi ketidakpastian menjelang Pilkada Jakarta yang dijadwalkan Rabu,” ujar analis Samuel Sekuritas.

Loading...