Dolar Tertekan di Libur Thanksgiving, Rupiah Melaju di Akhir Pekan

Rupiah - bprdbl.co.idRupiah - bprdbl.co.id

Gerak AS yang masih terbebani kekhawatiran mengenai laju Paman Sam yang rendah membuat melenggang mulus nyaris tanpa hambatan di zona hijau sepanjang Jumat (24/11) ini. Menurut catatan Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda menyudahi transaksi akhir pekan ini dengan penguatan sebesar 7 poin atau 0,05% ke level Rp13.504 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah menutup perdagangan Kamis (23/11) kemarin dengan menguat 12 poin atau 0,09% di posisi Rp13.511 per dolar AS. Tren mata uang NKRI berlanjut pagi tadi meski hanya naik tipis 1 poin atau 0,01% ke level Rp13.510 ketika membuka . Sepanjang transaksi hari ini, spot bergerak di kisaran Rp13.492 hingga Rp13.513 per dolar AS.

Dari pasar global, indeks dolar AS masih bergerak di zona merah pada sesi dagang Jumat akibat terbebani kekhawatiran terhadap prediksi inflasi Paman Sam yang rendah. Mata uang terpantau melemah tipis 0,077 poin atau 0,08% menuju level 93,143 pada pukul 10.35 WIB, setelah sebelumnya ditutup stagnan di posisi 93,220.

Pada hari Rabu (22/11) waktu setempat, risalah rapat The Fed 31 Oktober-1 November menunjukkan kekhawatiran sejumlah pembuat kebijakan mengenai inflasi AS yang rendah. Pada saat yang sama, para pemangku kebijakan juga memperkirakan bahwa suku bunga acuan harus dinaikkan dalam waktu dekat, sehingga memperkuat ekspektasi pasar bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga di bulan depan.

“Pengelola investasi global yang menutup buku mereka bulan ini telah mengambil keuntungan dari pembelian dolar AS mereka,” ujar kepala strategi valuta asing di Daiwa Securities, Mitsuo Imaizumi. “Hal tersebut membuat dolar AS berada di bawah tekanan dan dikombinasikan dengan likuiditas tipis jelang liburan Thanksgiving sehingga membuatnya sulit untuk menguat pada sesi ini.”

Sementara itu, Bank siang tadi mematok kurs tengah berada di posisi Rp13.506 per dolar AS, terdepresiasi tipis 3 poin atau 0,02% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.503 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia tidak berdaya versus greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,29% dialami ringgit Malaysia, disusul yen Jepang yang turun 0,2%.

Loading...