Dolar Tertekan di Asia, Rupiah Ditutup Melambung 44 Poin

Momentum pelemahan dolar AS di pasar ternyata melapangkan jalan bagi untuk bergerak nyaman di zona hijau sepanjang Selasa (18/10) ini. Menurut data Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda mampu menutup sesi dagang dengan 44 poin atau 0,34% ke level Rp13.025 per dolar AS.

Penguatan rupiah sudah terjadi sejak awal dagang dengan 30 poin atau 0,23% ke posisi Rp13.039 per dolar AS. Jeda siang, mata uang Garuda kembali menguat 32 poin atau 0,24% ke level Rp13.037 per dolar AS. Jelang tutup dagang atau pukul 15.31 WIB, spot masih nyaman di zona dengan menguat 34 poin atau 0,26% ke posisi Rp13.035 per dolar AS.

Rupiah mampu memanfaatkan momentum pelemahan indeks dolar AS di pasar Asia sepanjang hari ini. Hingga Selasa siang, the greenback terpantau terdepresiasi 0,21% ke 97,681. Pelemahan dolar AS ini dipicu pidato Wakil , Stanley Fischer, yang menguraikan faktor penekan pertumbuhan dan tingkat suku bunga, di New York, Senin (17/10) kemarin.

Sebelumnya, Gubernur The Fed, Janet Yellen, menyampaikan argumen untuk mempertahankan kebijakan moneter sambil tetap menaruh kemungkinan kenaikan suku bunga tahun ini. “Komentar Yellen konsisten dengan penurunan laju kenaikan suku bunga dalam jangka menengah dan panjang, dan hal ini menjadi sesuatu yang dapat membatasi kenaikan dolar,” kata Kepala Analis Pasar di Commonwealth Foreign Exchange, Omer Esiner.

Selain rupiah, pergerakan hampir seluruh mata uang Asia juga terpantau menguat terhadap dolar AS. Penguatan paling tajam terhadap dolar AS dialami oleh won Korea Selatan dengan naik 0,48%, disusul dolar Taiwan yang menguat 0,24%, dan ringgit Malaysia yang terkatrol 0,21%.

Loading...