Dolar Terpukul Spekulasi The Fed, Rupiah Naik Tipis di Penutupan

ternyata mampu membalikkan prediksi sejumlah pengamat yang menyatakan Garuda bakal kembali melempem pada perdagangan Selasa (23/8) ini. Sebagaimana dilaporkan Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, berhasil menutup perdagangan dengan penguatan tipis 4 poin atau 0,03% ke level Rp13.222 per dolar AS karena the terpuruk.

Rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan penguatan sebesar 14 poin atau 0,11% ke Rp13.212 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda masih bertahan di zona hijau dengan tipis 5 poin atau 0,04% ke level Rp13.221 per dolar AS. Setelah itu, pada pukul 14.06 WIB, rupiah lanjut 2 poin atau 0,02% ke Rp13.224 per dolar AS.

Penguatan rupiah ini salah satunya dipicu oleh turunnya indeks dolar AS sebagai tolak ukur sejumlah mata uang utama dunia. Meski mampu dibuka , namun the greenback berbalik melemah 0,230 poin atau 0,24% ke 94,289 pada Selasa siang. Pelemahan dolar AS ini terjadi di tengah spekulasi pidato , Janet Yellen, di Jackson Hole pekan ini hanya akan memberi sedikit kejelasan akan gambaran kenaikan suku bunga AS.

Sementara menurut Analis MNC Securities, Victoria Venny, penguatan rupiah salah satunya ditopang oleh program tax amnesty. Pasalnya, banyak arus dana yang masuk ke Indonesia karena hal itu. “Tax amnesty masih menjadi poin utama untuk pergerakan rupiah,” katanya.

Selain rupiah, sejumlah mata uang juga kompak menguat sepanjang perdagangan hari ini. Penguatan mata uang dipimpin oleh Korea Selatan yang terapresiasi 0,97% ke level 1.115,5 per dolar AS.

Loading...