Dolar Tergelincir, Harga Kedelai dan Jagung di AS Beranjak Naik

Jelang akhir tahun, harga produk pertanian, seperti kedelai, jagung, dan gandum di Amerika Serikat diprediksi merangkak naik seiring melemahnya nilai dolar AS. Namun, kenaikan ini masih menunggu sinyal dari Federal Open Market Committee () yang akan mengadakan pertemuan minggu ini, apakah akan menaikkan atau tidak.

Menurut laporan WSJ Dollar Index, dolar AS tergelincir 0,3% terhadap beberapa internasional pada perdagangan Senin (14/12). Hal ini mengakibatkan harga produk pertanian tersebut lebih murah untuk pembeli di pasar luar negeri, namun tidak untuk pasar domestik.

Harga jagung sudah beranjak naik selama enam minggu ini, meskipun para pedagang telah menurunkannya selama bulan . Untuk Desember, pengiriman jagung naik 7,5 sen atau 2% ke 3,80 dolar AS/bushel di Chicago Board of Trade. Adapun pengiriman gandum selama Desember, yang menjadi perdagangan paling aktif, naik 6 sen atau 1,2% ke 4,96 dolar AS per bushel.

“Pasar komoditas secara keseluruhan memang cukup tertekan dan mengakibatkan harga gandum sedikit ,” ujar President of Central States Commodities, Kansas, Jason Britt. “Kita mungkin akan melihat volatilitas (fluktuasi harga saham/valas) minggu ini akibat pertemuan Fed.”

Menurut para analis, penurunan sebelumnya di harga gandum juga berarti bahwa pasokan tanaman seperti jagung dan gandum sekarang lebih kompetitif di pasar , yang meningkatkan harapan untuk permintaan luar negeri yang lebih baik. Sementara, harga kedelai naik lebih tinggi meski belum ada kepastian atas permintaan persediaan di AS.

Di sisi lain, Argentina, Mauricio Macri, pada Senin (14/12) mengatakan bahwa pemerintahannya akan mengurangi pajak ekspor kedelai yang semula 35% menjadi 30%, dan menghilangkan untuk jagung dan gandum. Kebijakan ini tentunya akan mendorong peningkatan ekspor tanaman di negeri itu, yang secara langsung menambah persaingan di pasar global.

Selain itu, rencana Mauricio Macri untuk mendevaluasi mata uang juga akan menekan harga produk tanaman. “Devaluasi mungkin tidak akan menjadi kejutan besar, para pedagang di pasar kedelai juga mungkin hanya terkejut sedikit,” ujar Britt, yang menilai pemotongan pajak ekspor Argentina telah diantisipasi oleh pedagang.

Loading...