Dolar Terdorong Pelemahan Euro, Rupiah Berbalik Turun di Akhir Dagang

rupiah melemah

harus berbalik melemah pada akhir Senin (25/9) ini setelah indeks AS bergerak naik seiring pelemahan yang dialami usai Angela Merkel memenangkan pemilu . Menurut catatan Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, mata NKRI menutup dengan melemah 13 poin atau 0,10% menuju level Rp13.325 per dolar AS.

Sebelumnya, pada perdagangan akhir pekan (22/9) lalu, rupiah ditutup menguat 27 poin atau 0,20% di posisi Rp13.312 per dolar AS. Kemudian, tren positif mata uang Garuda berlanjut pagi tadi dengan dibuka naik 14 poin atau 0,11% ke level Rp13.298 per dolar AS. Sayangnya, laju positif ini tidak dapat dipertahankan rupiah hingga penutupan .

Dari pasar global, kembali meningkatnya ketegangan di kawasan Semenanjung Korea agaknya tidak terlalu berdampak buruk terhadap pergerakan indeks dolar AS. Pagi tadi pukul 09.30 WIB, mata uang Paman Sam tersebut mampu bergerak menguat 0,09 poin atau 0,10% menuju level 92,261 meski masih menurun 9,73% sepanjang tahun berjalan.

Di samping itu, penguatan mata uang dolar AS juga didorong oleh pelemahan kinerja euro setelah Kanselir Jerman, Angela Merkel, memenangkan pemilihan umum di negaranya. tukar euro terhadap dolar AS terpantau melemah 0,2% menuju level 1,1934 per dolar AS pada pukul 09.34 WIB, sekaligus kian jauh dari level tertinggi dalam 2,5 tahun di posisi 1,2092 per dolar AS yang dicapai 8 September lalu.

Merkel akan menjadi kanselir Jerman untuk keempat kalinya setelah pendukung dirinya, Persatuan Demokrat Kristen atau CDU, menang dalam pemilu yang berlangsung Minggu (24/9) kemarin. Meski demikian, kemenangannya dirusak oleh hasil yang lebih buruk dari perkiraan, yang dapat menimbulkan perundingan koalisi yang sulit saat dukungan untuk sayap kanan melonjak.

“Pasar bereaksi dengan menjual euro akibat kemungkinan bahwa Merkel akan mengalami kesulitan dalam membentuk sebuah koalisi,” ujar kepala ekonom pasar di Mizuho Bank, Daisuke Karakama, seperti dikutip Reuters. “Euro, bagaimanapun, telah kehilangan dukungan akibat kebijakan moneter ECB dan tampaknya akan mengarah ke jalur yang lebih rendah.”

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi mematok kurs tengah berada di posisi Rp13.305 per dolar AS, terapresiasi 20 poin atau 0,15% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.325 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, pergerakan mata uang Asia terpantau bervariasi terhadap dolar AS, dengan penguatan tertajam sebesar 0,58% dialami won Korea Selatan, sedangkan pelemahan terdalam sebesar 0,22% dialami renminbi China.

Loading...