Dolar Terangkat Pelemahan Euro, Rupiah Keok di Akhir Pekan

Pelemahan yang dialami euro, imbas keputusan yang melanjutkan pembelian , membuat ‘mengangkangi’ seluruh di Asia, termasuk . Menurut data Index pukul 15.59 WIB, mata uang NKRI harus menutup perdagangan akhir pekan (27/10) ini dengan pelemahan sebesar 22 poin atau 0,16% ke level Rp13.609 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah sudah berakhir 9 poin atau 0,07% di posisi Rp13.587 per dolar AS pada perdagangan Kamis (26/10) kemarin. Kemudian, tren negatif mata uang Garuda berlanjut pagi tadi setelah dibuka terdepresiasi cukup dalam, 52 poin atau 0,38% menuju level Rp13.639 per dolar AS. Sepanjang hari ini, spot praktis tidak beranjak dari zona merah hingga akhir dagang.

Dari , indeks dolar AS tampil perkasa usai euro mencatatkan kinerja negatif imbas kekecewaan pasar atas keputusan European Central Bank (ECB) yang memperpanjang program pembelian obligasi. Mata uang Paman Sam tersebut terpantau menguat 0,210 poin atau 0,22% menuju posisi 94,822 pada pukul 08.29 WIB, setelah kemarin berakhir ‘terbang’ 0,96% di level 94,612.

Reuters memberitakan, dalam rapat yang berakhir Kamis waktu setempat, ECB memutuskan untuk memperpanjang program pembelian obligasi selama sembilan bulan sampai September 2018, serta membiarkan ‘pintu terbuka’ untuk terus melakukan pembelian. Bank sentral Benua Biru itu juga menyatakan akan mulai mengurangi pembelian bulanan pada Januari tahun depan.

Sebelumnya, pelaku pasar berharap bahwa ECB akan memulai program mengurangi stimulus pembelian obligasi (tapering) pada bulan Oktober ini. ECB diprediksi akan mengurangi paket pembelian aset bulanan menjadi 30 miliar euro. “Hal itu tidak seperti yang diharapkan pasar, dan ini adalah bentuk dovish atas langkah pengurangan,” kata chief investment officer US Bank di Helena, Montana, Bill Northey.

Menanggapi keputusan ECB tersebut, mata uang euro langsung merosot 0,0023 poin atau 0,20% menuju level 1,6228 per dolar AS pada pukul 09.10 WIB, sekaligus menjadi posisi terendah sejak tanggal 19 Juli 2017 lalu yang berada di level 1,1515 per dolar AS. Investor pun direkomendasikan untuk melakukan aksi jual dengan target 1,1554 per dolar AS.

Loading...