Dolar Stabil, Rupiah Tetap Berakhir Menguat

Rupiah menguatRupiah menguat pada perdagangan Senin (5/4) sore - www.suarasurabaya.net

JAKARTA – Setelah bergulir dalam kisaran yang sempit, akhirnya berhasil memungkasi Senin (5/4) sore di area hijau karena didukung sentimen eksternal, meskipun greenback relatif bergerak stabil. Menurut laporan Index pada pukul 14.58 WIB, uang Garuda ditutup menguat 10 poin atau 0,07% ke level Rp14.515 per AS.

Dilansir dari CNBC Indonesia, dalam beberapa pekan terakhir, rupiah terus tertekan melawan dolar AS akibat ekspektasi pemulihan ekonomi serta kenaikan inflasi di AS yang membuat pelaku pasar melepas kepemilikan (). Alhasil, yield AS tenor 10 tahun terus menanjak ke atas 1,7% dan berada di level tertinggi sejak Januari 2020.

Kenaikan yield Treasury tersebut membuat selisih dengan yield Surat Berharga Negara (SBN) menjadi menyempit, sehingga memicu capital outflow yang membuat rupiah tertekan. Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, sepanjang bulan Maret lalu, terjadi capital outflow sebesar Rp20 triliun di pasar obligasi. Pada periode yang sama, nilai tukar rupiah melemah lebih dari 2%.

Menurut ulasan Samuel Aset Manajemen, sentimen positif terhadap ekonomi dan pasar keuangan dalam negeri dipengaruhi oleh faktor eksternal. Diawali dengan Terusan Suez yang mulai kembali beraktivitas normal setelah kapal peti kemas raksasa Ever Given yang kandas berhasil melewati kanal tersebut. Selain itu, Presiden AS, Joe Biden, juga bersedia untuk mendorong rencana infrastruktur senilai 2 triliun dolar AS meski tanpa dukungan dari anggota parlemen Republik.

Dari pasar , indeks dolar AS secara umum bergerak stabil pada hari Senin ketika investor menyerap laporan ketenagakerjaan AS yang kuat minggu lalu dan melihat ke depan ke data di sektor jasa AS untuk penegasan rebound ekonomi yang kuat dari guncangan virus . Negeri Paman Sam terpantau menguat tipis 0,61 poin atau 0,07% ke level 93,083 pada pukul 14.58 WIB.

Dolar AS membukukan kuartal terbaik terhadap mata uang utama dalam hampir tiga tahun pada Januari-Maret kemarin berkat ekonomi AS yang membaik dan imbal hasil Treasury yang meningkat. Mata uang AS kemungkinan akan membangun keuntungan itu karena investor mencari cara untuk bertaruh pada pemulihan ekonomi global. “Saya pikir akan ada koreksi yang lebih rendah dalam dolar AS, tetapi itu tidak terjadi,” kata kepala strategi mata uang di Mizuho Securities, Masafumi Yamamoto, dilansir dari Reuters.

Loading...