Dolar Solid Jelang Pidato Powell, Rupiah Berakhir Merah

Rupiah - www.beritasatu.comRupiah - www.beritasatu.com

JAKARTA – Rupiah gagal merangkak ke teritori hijau pada Rabu (10/7) sore, ketika indeks dolar cenderung bergerak lebih didukung dengan kenaikan imbal hasil Treasury menjelang testimoni Jerome Powell. Menurut Bloomberg Index pada pukul 15.58 WIB, Garuda melemah tipis 2 poin atau 0,01% ke level Rp14.132 per dolar AS.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.152 per dolar AS, terdepresiasi 23 poin atau 0,16% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.129 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mayoritas mata uang juga tidak berdaya melawan greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,13% dialami baht Thailand.

Dari , indeks dolar AS perlahan beringsut menuju level tertinggi tiga minggu terhadap sekeranjang mata uang utama pada hari Rabu, setelah spekulasi penurunan yang lebih agresif mengatrol imbal hasil Treasury AS. Mata uang Paman Sam terpantau menguat tipis 0,011 poin atau 0,01% ke level 97,500 pada pukul 12.32 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, kenaikan lebih lanjut dolar AS ke depan akan bergantung pada testimoni Gubernur The Fed, Jerome Powell, yang dijadwalkan memberikan kesaksian di Kongres mulai hari ini waktu setempat. Ekspektasi penurunan suku bunga AS sebesar 50 basis poin telah memudar, namun investor masih memprediksi ada pemotongan sebesar 25 basis poin karena inflasi yang lemah dan relasi perdagangan AS-China.

“Yield Treasury yang menembus di atas 2% adalah tanda dolar AS dapat terus naik,” tutur ahli strategi valuta asing senior di IG Securities di Tokyo, Junichi Ishikawa. “Acara terdekat yang paling penting adalah komentar Jerome Powell. Pelonggaran posisi imbal hasil Treasury jangka panjang mendorong obligasi dan mendukung greenback.”

Dolar AS bisa terus menguat jika komentar Powell tentang AS dianggap netral atau bahkan sedikit hawkish, yang akan mendukung argumen bahwa penurunan suku bunga tambahan akan terbatas. Probabilitas pemotongan 25 basis poin mencapai 97,5% pada hari Rabu, dengan peluang pemangkasan 50 basis poin hanya sebesar 2,5%.

Loading...