Dolar Singapura Diprediksi Cenderung Melemah Tahun Depan

Volatilitas (fluktuasi nilai tukar mata uang) diprediksi masih terus berlanjut pada tahun depan. Bahkan, para analis menilai kurs dolar Singapura terhadap dolar AS cenderung melemah.

Penguatan dolar AS terhadap beberapa mata uang sepanjang tahun ini, termasuk yuan (mata uang ), menjadi penyebab nilai dolar Singapura terus . Selain itu, pemulihan bertahap ekonomi di AS, ditetapkan kenaikan , dan melambatnya sektor di Cina juga turut andil terhadap merosotnya nilai dolar Singapura.

Oktober lalu, dolar Singapura berada pada posisi terendahnya dalam kurun waktu enam tahun terakhir, yaitu sekitar 1,43 per dolar AS. Sementara pada pembukaan awal tahun, atau Januari 2015, nilai tukarnya adalah 1,32 per dolar AS.

“Saya pikir nilai tukar dolar Singapura akan terus melemah terhadap dolar AS, setidaknya untuk kuartal pertama dan kedua 2016,” papar ekonom di UOB, Francis Tan. “Namun, dengan pemulihan ekonomi di AS, kemungkinan ekspor dari Asia ke negeri itu akan meningkat, terutama dari Singapura.”

Meski begitu, nilai dolar Singapura diharapkan dapat lebih baik dibanding sesama mata uang negara lainnya, seperti () dan rupiah (). Sepanjang 2015, nilai tukar dolar Singapura merupakan yang tertinggi dibanding dua mata uang tersebut.

Para analis menyatakan, dolar Singapura akan terus menjadi salah satu yang terkuat di kawasan Asia Tenggara karena kebijakan moneter di negara itu. “Jika Anda melihat strategi jangka panjang dari otoritas moneter Singapura dan juga pemerintah Singapura, hal itu telah memperkuat kebijakan moneter sejalan dengan pertumbuhan ekonomi,” jelas CEO Motley Fool, David Kuo.

Di sisi lain, ringgit merupakan mata uang berkinerja terburuk di Asia sepanjang tahun ini. Bahkan, menurut survei Bloomberg, posisi ringgit akan menggantikan rupiah sebagai mata uang dengan nilai tukar terendah di Asia pada tahun 2016.

Loading...