Dolar Rebound, Rupiah Merah di Akhir Pekan

Rupiah - www.medanbisnisdaily.comRupiah - www.medanbisnisdaily.com

Setelah bergerak relatif sempit sepanjang Jumat (21/12) ini, akhirnya harus puas ditutup di area merah, seiring dengan rebound yang dialami dolar AS. Menurut paparan Index pada pukul 15.53 WIB, mata Garuda melemah 80 poin atau 0,55% menuju level Rp14.553 per dolar AS.

Sementara itu, siang tadi menetapkan tengah berada di posisi Rp14.480 per dolar AS, menguat 19 poin atau 0,13% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.499 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia variatif versus , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,48% dialami won Korea Selatan dan pelemahan terdalam sebesar 0,48% menghampiri rupee India.

Dari pasar global, indeks dolar AS berangsur menguat pada Jumat siang, di tengah penurunan yang dialami minyak dunia, aksi jual dalam pasar saham, serta potensi US government shutdown. Mata uang Paman Sam terpantau rebound 0,189 poin atau 0,2% menuju level 96,465 pada pukul 11.09 WIB, setelah kemarin sempat berakhir terdepresiasi 0,069 poin atau 0,07%.

Seperti dilansir Reuters, sehari setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga dan menyampaikan pandangan yang kurang dovish dari yang diantisipasi para investor, likuidasi posisi long dalam dolar AS menipis, karena liburan tampaknya menjadi satu-satunya penjelasan untuk pelemahan greenback. Semalam, indeks dolar AS melempem ke level 96,168, terendah sejak 20 November kemarin.

Investor sendiri telah berada dalam persimpangan di sepanjang pekan ini, karena meningkatnya kekhawatiran mengenai ekonomi global, dengan penurunan harga minyak dan pelemahan yang dialami imbal hasil Treasury AS. Hal tersebut membuat greenback turun, meski kebijakan The Fed membantu mencegah aksi jual yang lebih besar.

“Dolar AS terhadap yen Jepang telah melemah karena faktor-faktor yang memicu penghindaran aset risiko ke tingkat yang luar biasa, dengan indeks Dow Jones telah jatuh beberapa ratus poin hari demi hari,” kata manajer cabang Tokyo di State Street Bank, Bart Wakabayashi. “Dolar AS turun dengan cepat, namun penguatan yen juga berarti peluang bagi investor Jepang untuk membeli aset asing.”

Loading...