Dolar Rebound, Rupiah Ditutup Melemah Tipis 2 Poin

Rupiah - news.okezone.comRupiah - news.okezone.com

gagal mempertahankan posisi di zona hijau pada penutupan Selasa (5/6) ini, setelah indeks AS kembali ke jalur penguatan. Menurut paparan Index pukul 15.57 WIB, NKRI harus menutup hari ini dengan melemah tipis 2 poin atau 0,01% ke level Rp13.880 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah berakhir menguat 18 poin atau 0,13% di posisi Rp13.878 per dolar AS pada tutup dagang Senin (4/6) kemarin. Laju positif mata uang Garuda berlanjut pagi tadi dengan dibuka naik tipis 3 poin atau 0,02% ke level Rp13.875 per dolar AS. Setelah bergerak , cenderung tertekan, rupiah akhirnya harus menutup transaksi di area merah.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan berada di posisi Rp13.885 per dolar AS, melemah 13 poin atau 0,09% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.872 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang bergerak mixed versus greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,34% menghampiri won Korea Selatan, disusul dolar Taiwan yang naik 0,18%.

Dari , indeks dolar AS kembali ke jalur penguatan pada hari Selasa, setelah laporan pekerjaan Paman Sam yang kuat memicu ekspektasi tiga kenaikan suku bunga The Fed di sisa tahun 2018. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,067 poin atau 0,07% ke level 94,105 pada pukul 11.39 WIB.

Seperti dikutip dari Reuters, data ketenagakerjaan AS yang kuat, yang dipublikasikan pada hari Jumat (1/6) waktu setempat, menghidupkan kembali taruhan bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga tiga kali pada sisa tahun ini. The Fed secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakannya minggu depan, menindaklanjuti kenaikan suku bunga pada bulan Maret.

“Data pekerjaan AS benar-benar kuat. The Fed dapat mengindikasikan akan menaikkan suku bunga empat kali tahun ini, termasuk kenaikan yang diharapkan pada bulan Juni ini,” kata ahli strategi mata uang senior di Daiwa Securities, Yukio Ishizuki, “Itu akan memperlebar perbedaan suku bunga antara AS dan Jepang dan harusnya mendukung dolar AS terhadap yen.”

Di sisi lain, mata uang euro juga kembali ke jalur hijau, didukung tanda-tanda stabilitas dalam politik Italia. Mata uang Benua Biru itu diperdagangkan hampir datar di posisi 1,1687 terhadap dolar AS, setelah mencapai level 1,1745 per dolar AS di hari sebelumnya, posisi tertinggi sejak 24 Mei. Sejak menyentuh level terendah 10 bulan pada minggu lalu, mata uang itu telah pulih karena pembentukan pemerintahan koalisi di Roma.

Loading...