Dolar Rebound, Rupiah Berbalik Melemah 14 Poin di Penutupan

Indeks AS yang awalnya terlihat terpuruk ternyata mampu berbalik rebound sehingga membuat pergerakan menjadi tertekan. Imbasnya, menurut Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda harus menutup Rabu (18/1) ini dengan 14 poin atau 0,11% ke level Rp13.347 per .

Rupiah sebenarnya mengawali sesi dagang hari ini dengan menguat tipis 9 poin atau 0,07% ke posisi Rp13.324 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda masih bertahan di zona hijau usai naik 4 poin atau 0,03% ke Rp13.329 per dolar AS. Sayangnya, jelang penutupan atau pukul 15.55 WIB, spot berbalik 8 poin atau 0,06% ke Rp13.340 per dolar AS.

Seperti diketahui, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama sempat hingga dini hari tadi menyusul pernyataan Donald Trump. Presiden terpilih AS itu mengutarakan bahwa dirinya tidak ingin the greenback terlalu kuat, khususnya terhadap yuan China, karena bisa membuat perusahaan AS menjadi kurang kompetitif.

Namun, pagi tadi, mata uang Paman Sam berhasil rebound dengan dibuka naik 0,080 poin atau 0,08% ke level 100,410. Pergerakan the greenback kembali menguat 0,27% ke level 100,6 pada pukul 14.12 WIB Pergerakan indeks dolar AS yang berbalik menguat ini otomatis menekan sejumlah mata uang di , termasuk rupiah.

Sebelumnya, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, menuturkan bahwa penyataan Trump yang tidak ingin dolar AS terlalu kuat, serta pidato Perdana Menteri Inggris, Theresa May, yang mengindikasikan terhindarnya hard Brexit bisa menjadi peluang bagi rupiah untuk menguat. “Rupiah berpeluang melanjutkan penguatan meski ketidakpastian jelang pelantikan Trump tetap tinggi,” katanya.

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di level Rp13.328 per dolar AS, naik 53 poin atau 0,39% dibandingkan perdagangan sebelumnya di Rp13.381 per dolar AS. Di saat yang sama, pergerakan mata uang Asia terhadap dolar AS bervariasi, dengan pelemahan dialami yen Jepang dan renminbi China, masing-masing sebesar 0,36% dan 0,23%. Adapun penguatan, paling tajam dialami won Korea Selatan sebesar 0,85% dan ringgit Malaysia sebesar 0,37%.

Loading...