Kamis Sore, Rupiah Ditutup Stagnan Saat Dolar Rebound

Rupiah - sumutinvest.comRupiah - sumutinvest.com

JAKARTA – Rebound imbas non-manufaktur dan pesanan AS yang melampaui perkiraan membuat rupiah cenderung tertekan sepanjang Kamis (4/6). Menurut Bloomberg Index pada pukul 14.59 WIB, Garuda akhirnya ditutup stagnan di level Rp14.095 per AS.

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) di posisi Rp14.165 per dolar AS, menguat 80 poin atau 0,56% dari perdagangan sebelumnya di posisi Rp14.245 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, sejumlah mata uang tidak berdaya melawan greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,3% dialami baht Thailand.

Tertekannya rupiah dan mata uang Benua Kuning terutama dipicu oleh indeks dolar AS yang berhasil rebound, didukung laporan non-manufaktur AS untuk bulan Mei 2020 dan pesanan pabrik untuk bulan April 2020 yang melampaui prediksi. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,333 poin atau 0,34% ke level 97,609 pada pukul 15.10 WIB.

Dilansir dari Wall Street Journal, Institute for Supply Management (ISM) pada hari Rabu (3/6) mengatakan bahwa indeks untuk aktivitas non-manufaktur AS naik menjadi 45,4 pada bulan lalu dari 41,8 pada bulan April, lebih baik dari estimasi untuk level 44,4. Sementara, meski pesanan pabrik menurun 13% pada April, angka itu lebih kecil dari proyeksi penurunan sebesar 13,4%.

“Banyak bagian mengizinkan beberapa kegiatan sektor jasa dibuka kembali pada Mei, termasuk perluasan pickup pinggir jalan di Texas,” tutur ekonom Nomura, Lewis Alexander, dalam sebuah catatan. “Kegiatan pembukaan kembali tercermin dalam PMI Markit pada bulan Mei, yang mengejutkan naik 10,2 pp menjadi 36,9. Selain Markit, survei prospek sektor jasa oleh Dallas rebound tajam selama bulan ini, seperti halnya di Philadelphia.”

Di belahan Eropa, euro berada di dekat posisi tertinggi multi-bulan terhadap rekan-rekannya pada hari Kamis, di tengah ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan memperluas program pembelian obligasi di kemudian hari untuk menopang perekonomian yang dilanda virus corona. Euro berdiri di level 1,1220 terhadap greenback, turun sedikit dibandingkan 1,1258 per dolar AS, level tertinggi sejak pertengahan Maret dan naik tujuh sesi beruntun.

Loading...