Dolar Rebound Pasca Pidato Powell, Rupiah Kembali Terlempar ke Zona Merah

Rupiah - en.tempo.coRupiah - en.tempo.co

rupiah dibuka melemah sebesar 14 poin atau 0,10 persen ke level Rp 14.392 per AS di awal pagi hari ini, Rabu (18/7). Kemarin, Selasa (17/7), kurs rupiah berakhir terapresiasi 16 poin atau 0,11 persen ke posisi Rp 14.378 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah utama terpantau menguat. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS menguat 0,46 persen menjadi 94,942 lantaran para pelaku pasar saat ini tengah mencerna kesaksian pertama Ketua Jerome Powell di hadapan kongres.

Pada pidatonya, Selasa (17/7) di hadapan Komite Perbankan Senat AS, Jerome Powell menyatakan bahwa Amerika Serikat berada di titik puncak beberapa tahun, di mana pasar kerja tetap kuat dan tetap berada di kisaran target The Fed 2,0 persen. Selain itu, Powell juga mengesampingkan dampak dari diskusi kebijakan perdagangan saat ini seputar prospek pengetatan moneter lebih lanjut. Menurut para analis, komentar Powell tersebut bernada hawkish dan memberikan dukungan terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa (17/7).

Rupiah sendiri kemarin sempat menguat lantaran ditopang oleh kondisi neraca perdagangan yang mengalami surplus. “Neraca perdagangan kita membaik, pasar kembali menaruhkan kepercayaan kepada rupiah,” kata ekonom BCA David Sumual, seperti dilansir Kontan.

Penguatan rupiah dalam perdagangan sebelumnya juga disebabkan oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC). Dalam pidatonya, Trump meminta OPEC untuk menambah produksi minyak mereka. Pidato Trump tersebut justru membuat dolar AS melemah karena dinilai negatif oleh para pelaku pasar.

Di samping itu, kekhawatiran terkait perang dagang antara Amerika Serikat dan China juga masih terus berlanjut. Pasar mengkhawatirkan kemungkinan terjadinya kondisi penurunan ekonomi global yang dapat berpotensi mengakibatkan dolar AS melemah.

Loading...