Dolar Perkasa Usai Pernyataan Ketua Fed, Rupiah Berbalik Melemah

Rupiah - pojokpulsa.co.idRupiah - pojokpulsa.co.id

Jakarta Garuda dibuka melemah sebesar 20 poin atau 0,14 persen ke posisi Rp 14.072,5 per di awal perdagangan pagi hari ini, Jumat (11/1). Kemarin, Kamis (10/1), kurs berakhir terapresiasi 72 poin atau 0,51 persen ke level Rp 14.053 per USD.

Sementara itu, indeks dolar yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menguat. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, indeks dolar naik 0,34 persen menjadi 95,5431 usai Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bahwa penutupan pemerintah berkepanjangan dapat mengakibatkan prospek yang tidak jelas serta data melemah, sehingga dapat mendorong para menghindari aset-aset berisiko dan akhirnya memicu tingginya permintaan terhadap mata uang safe haven seperti greenback.

“Penutupan (pemerintah) yang lebih lama adalah sesuatu yang belum kita alami. Jika kita mengalami penutupan yang berkepanjangan, saya pikir itu akan muncul dalam data yang cukup jelas. Kami akan memiliki gambaran yang kurang jelas tentang ekonomi jika itu (penutupan) berjalan lebih lama,” ujar Powell, Kamis (10/1), seperti dilansir Xinhua melalui Antara.

Powell pun mengindikasikan jika pengetatan moneter akan terus berlanjut, lantaran akan terus mengurangi neraca bank sentral, sehingga mengurangi jumlah uang yang beredar di . “Ini akan jauh lebih kecil daripada sekarang. Itu akan lebih kecil dari sekarang, tapi tidak ada di dekat tempat itu sebelumnya,” jelas Powell. Terkait kemungkinan kenaikan suku bunga, Powell menuturkan jika pihaknya tengah menunggu dan mengawasi karena saat ini dinilai rendah dan terkendali.

Di sisi lain, rupiah kemarin berhasil menguat karena didukung oleh sentimen eksternal, misalnya saja negosiasi dagang antara Amerika Serikat dengan China serta sikap The Fed yang cenderung dovish. Menurut Ekonom Bahana Sekuritas Tbk Satria Sambijantoro, faktor yang mempengaruhi pergerakan rupiah adalah penurunan harga minyak mentah. “Mata uang rupiah cukup sensitif dengan harga minyak,” ujar Satria, seperti dilansir Kontan.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Tbk Lana Soelistianingsih menambahkan bahwa dalam perdagangan hari ini gerak rupiah akan kembali dipengaruhi oleh sentimen eksternal. “Kemungkinan besar rupiah melemah pada perdagangan Jumat walau tidak drastis, paling banyak 100 poin,” ungkap Lana.

Loading...