Dolar Perkasa di Asia, Rupiah Ditutup Melemah Tipis

Rupiah - www.jitunews.comRupiah - www.jitunews.com

Tidak memiliki otot untuk melawan kekuatan AS, harus menutup Selasa (3/7) ini di area merah, seiring pergerakan mayoritas . Menurut Bloomberg Index pukul 15.56 WIB, mata uang Garuda menyelesaikan transaksi dengan pelemahan sebesar 7 poin atau 0,05% ke level Rp14.397 per AS.

Sebelumnya, rupiah sudah ditutup terdepresiasi 60 poin atau 0,42% di posisi Rp14.390 per dolar AS pada akhir perdagangan Senin (2/7) kemarin. Tren negatif mata uang NKRI berlanjut pagi tadi dengan dibuka melemah 7 poin atau 0,05% ke level Rp14.397 per dolar AS. Sepanjang transaksi hari, spot praktis tidak memiliki tenaga untuk bergerak ke zona hijau.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan tengah berada di level Rp14.418 per dolar AS, turun 87 poin atau 0,61% dari perdagangan sebelumnya di posisi Rp14.331 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia tidak berdaya versus greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,48% menghampiri yuan China.

Dari , indeks dolar AS sebenarnya bergerak agak turun pada hari Selasa, setelah kinerja euro kembali mantap, ditopang kabar yang mengatakan bahwa mitra dalam koalisi Jerman akan menyelesaikan perselisihan mengenai migrasi yang mengancam menggulingkan pemerintahan Angela Merkel. Mata uang Paman Sam terpantau turun tipis 0,1% ke level 94,913 pada Selasa siang, setelah sempat naik 0,42% pada penutupan Senin kemarin.

Dilansir Reuters, mata uang euro sempat tergelincir pada hari Senin setelah Menteri Dalam Negeri Jerman, Horst Seehofer, mengancam untuk mengundurkan diri. Tetapi, ancaman pengunduran diri ditarik ketika partai Christian Social Union (CSU) mencapai kesepakatan dengan partai Christian Democrats (CDU) atas imigrasi ilegal.

Meski demikian, dolar AS tetap mendapat sokongan luas, karena tensi perdagangan menopang greenback terhadap mata uang , seperti dolar Australia dan mata uang negara lainnya. Dolar Australia jatuh ke level terendah dalam 18 bulan terakhir pada hari Senin, sedangkan yuan China mundur ke posisi terendah dalam 9 bulan.

“Ada elemen kuat dari penghindaran risiko yang dihasilkan oleh kekhawatiran perdagangan di balik kenaikan terbaru dolar AS,” ucap kepala strategi valas di Mizuho Securities di Tokyo , Masafumi Yamamoto. “Ini berarti, greenback telah berhasil menguat hanya karena pasar berkembang dan mata uang komoditas telah merosot karena penghindaran risiko tersebut.”

Loading...