Dolar Perkasa di Asia, Rupiah Ditutup Melemah 14 Poin

Laju indeks AS yang perkasa di pasar Asia jelang pertemuan FOMC membuat tidak mampu berbuat apa-apa dan harus terpuruk di zona merah sepanjang Selasa (14/3) ini. Menurut catatan Bloomberg Index, Garuda mengakhiri transaksi dengan pelemahan sebesar 14 poin atau 0,10% ke level Rp13.370 per AS.

Rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan turun 4 poin atau 0,03% ke posisi Rp13.360 per dolar AS. Jeda siang, mata uang Garuda kembali terdepresiasi 6 poin atau 0,04% ke level Rp13.362 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.28 WIB, spot masih tertahan di zona merah usai 17 poin atau 0,13% ke posisi Rp13.373 per dolar AS.

Indeks dolar AS pada sesi transaksi hari ini memang cenderung bergerak menguat menjelang pertemuan FOMC. Setelah menguat 0,09% ke level 101,4 pada pukul 11.47 WIB, the semakin kuat dengan naik 0,23% ke posisi 101,54 pada pukul 13.53 WIB. Penguatan indeks dolar AS juga didorong dengan berhentinya reli mata uang euro.

Mata uang euro berhenti melanjutkan reli penguatan usai anggota ECB (Bank Sentral Eropa) Governing Council, Jan Smets, mengatakan bahwa pertemuan kebijakan pekan lalu bukan menjadi sinyal akan adanya perubahan kebijakan. “Fokus saat ini adalah menunggu keputusan The Fed setelah pertemuan dua hari,” jelas Ahli Strategi Mata Uang Senior Barclays, Shin Kadota.

Sementara itu, Bank siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.360 per dolar AS, menguat 4 poin atau 0,03% dibandingkan perdagangan kemarin di level Rp13.364 per dolar AS. Di saat yang sama, mayoritas mata uang Asia bergerak melemah terhadap the greenback, dengan pelemahan terdalam dialami won Korea Selatan sebesar 0,2% dan renminbi China sebesar 0,05%.

Loading...