Dolar Mengamuk, Rupiah Berakhir Melemah Tipis

Rupiah - poskotanews.comRupiah - poskotanews.com

JAKARTA – harus puas terbenam di area merah pada Jumat (18/12) sore ketika mencoba bangkit dari pelemahan beruntun, yang membuat mata uang berisiko kompak . Menurut paparan Index pada pukul 14.59 WIB, mata uang Garuda ditutup terkoreksi tipis 2,5 poin atau 0,02% ke level Rp14.110 per dolar AS.

Sementara itu, data yang dirilis pukul 10.00 WIB tadi menetapkan kurs acuan Jakarta Interbank Spot Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.146 per dolar AS, menguat 6 poin atau 0,04% dari transaksi sebelumnya di level Rp14.151 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia tidak berdaya melawan greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,43% dialami won Korea Selatan.

Menurut Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, kesepakatan stimulus AS yang masih belum juga tercapai mungkin bisa menahan pelemahan greenback. Sementara, dari dalam negeri, rupiah mendapatkan sentimen negatif dari pembatasan aktivitas hari libur di akhir tahun karena kekhawatiran tingginya kasus penularan -19. “Rupiah bisa bergerak di kisaran Rp14.050 hingga Rp14.150 per dolar AS,” tutur Ariston, dilansir dari Antara.

Dari pasar , indeks dolar AS memang terpantau bangkit pada hari Jumat, tetapi tampaknya masih harus tenggelam di minggu terburuk dalam sebulan, karena penurunan akselerasinya menyeret penjual yang ingin menghasilkan uang dengan mudah. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,106 poin atau 0,12% ke level 89,928 pada pukul 14.49 WIB.

“Ini adalah kombinasi sempurna yang mengepung dolar AS, karena suku bunga tetap rendah dan pengembalian yang lebih baik diharapkan di tempat lain,” ahli strategi mata uang senior National Australia Bank di Sydney, kata Rodrigo Catril, dilansir dari Reuters. “Untuk saat ini, narasi pertumbuhan global dan perluasan pemulihan, mendukung mata uang yang sensitif terhadap risiko seperti dolar Aussie dan dolar Kiwi, dengan lebih banyak hal yang sama diharapkan terjadi pada tahun 2021.”

Loading...