Dolar Negatif, Rupiah Melemah Tipis di Akhir Pekan

gagal memanfaatkan pergerakan negatif AS untuk bergerak ke zona hijau sepanjang Jumat (5/5) ini. Menurut Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda harus menutup sesi dagang akhir pekan ini di zona merah dengan pelemahan tipis sebesar 2 poin atau 0,02% ke level Rp13.330 per dolar AS.

Rupiah sudah bergerak negatif sejak awal dagang dengan dibuka 10 poin atau 0,08% ke posisi Rp13.338 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali 11 poin atau 0,08% ke level Rp13.339 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.45 WIB, spot masih tertahan di zona merah usai tipis 3 poin atau 0,02% ke Rp13.331 per dolar AS.

Sebenarnya, pergerakan dolar AS sepanjang sesi dagang hari ini cenderung melempem seiring kinerja mata uang euro yang membaik di tengah tanda-tanda kemenangan kandidat Presiden Prancis dari kubu tengah yang pro-Uni Eropa. Setelah dibuka turun tipis 0,027 poin atau 0,03% ke 98,770, mata uang Paman Sam kembali melemah 0,056 poin atau 0,06% ke level 98,741 pada pukul 12.36 WIB.

Diberitakan Reuters, euro menyentuh level tertingginya dalam enam bulan terhadap dolar AS setelah kandidat presiden paling favorit, Emmanuel Macron, menegaskan posisinya untuk memenangkan ajang pemilihan Presiden Prancis atas Marine Le Pen yang anti-Uni Eropa. Menurut jajak pendapat Elabe untuk BFM TV dan L’Express, Macron memperpanjang keunggulan atas le Pen, yang diprediksi mampu meraup 62% suara.

Pelemahan dolar AS juga dipicu karena sikap wait and see pasar terkait tenaga kerja Paman Sam yang akan dirilis pada Jumat sore waktu setempat. tenaga kerja ini akan menjadi pijakan bagi pelaku pasar untuk memprediksi pergerakan kebijakan mengenai . “Namun, semakin memburuknya performa komoditas menutup peluang penguatan rupiah,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.339 per dolar AS, melemah 9 poin atau 0,06% dibandingkan perdagangan sebelumnya di level Rp13.330 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia tidak berdaya menghadapi greenback dengan pelemahan terdalam menghampiri won Korsel sebesar 0,45% dan ringgit Malaysia sebesar 0,21%.

Loading...