Dolar Negatif, Rupiah Gagal Tutup Transaksi di Zona Hijau

Rupiah - www.indopos.co.idRupiah - www.indopos.co.id

JAKARTA – Rupiah gagal merangsek ke teritori hijau pada perdagangan Selasa (4/12) sore, meski terpantau bergerak turun seiring dengan meredanya tensi perdagangan AS-China dan pelemahan yang dialami imbal hasil Treasury AS. Menurut Index pukul 15.54 WIB, Garuda melemah 48 poin atau 0,33% ke level Rp14.292 per .

Sementara itu, Bank siang tadi mematok kurs tengah berada di posisi Rp14.293 per AS, terdepresiasi 41 poin atau 0,29% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.252 per AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang justru perkasa melawan greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,5% menghampiri yuan China.

Dari , indeks dolar AS sebenarnya bergerak lebih rendah pada hari Selasa, menyusul tensi perdagangan antara AS dan China yang perlahan mencair dan menurunnya imbal hasil Treasury AS ke posisi terendah dalam tiga bulan. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,233 poin atau 0,24% ke level 96,807 pada pukul 11.10 WIB, setelah kemarin sudah berakhir drop di posisi 97,040.

Seperti dilansir dari Reuters, pelemahan dolar AS dipicu situasi gencatan senjata sementara dalam perdagangan AS-China, yang telah meningkatkan kepercayaan investor dalam mata uang berisiko melawan aset safe haven. Tekanan terhadap greenback bertambah setelah imbal hasil Treasury AS 10-tahun jatuh 2,94% pada hari ini, level terendah sejak bulan September kemarin.

“Imbal hasil AS yang melemah memberikan sentimen negatif untuk dolar AS, terutama terhadap sekeranjang mata uang utama,” tutur ahli strategi mata uang senior di NAB, Rodrigo Catril. “Imbal hasil Treasury AS mendekati level dukungan teknis yang penting, jeda yang dapat menambah tekanan lebih lanjut pada obligasi dan mata uang Paman Sam.”

Saat ini, fokus pasar mulai beralih dari masalah tensi perdagangan ke kebijakan moneter Federal Reserve. Pasar telah memperkirakan probabilitas sebesar 87% untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan The Fed pada tanggal 18-19 Desember mendatang. Namun, mereka masih menerka-nerka berapa kali bank sentral AS akan menaikkan suku bunga pada tahun depan.

Loading...