Dolar Minim Sentimen, Rupiah Berakhir Naik Tipis 11 Poin

www.bloomberg.com

Rupiah berhasil memanfaatkan celah di tengah sentimen positif bagi dolar AS yang cenderung minim dengan penguatan. Menurut Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda menutup Kamis (6/10) ini dengan tipis 11 poin atau 0,08 % ke posisi Rp12.987 per dolar AS.

Rupiah sebenarnya mengawali sesi dagang hari ini dengan terdepresiasi 2 poin atau 0,02% ke level Rp13.000 per dolar AS. Istirahat siang, spot kembali melemah 4 poin atau 0,03% ke posisi Rp13.002 per dolar AS. Namun, jelang tutup dagang atau pukul 15.31 WIB, mata uang domestik mulai bertenaga dengan tipis 6 poin atau 0,05% ke level Rp12.992 per dolar AS.

Menurut Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, penguatan rupiah didorong sentimen usai indeks dolar AS terpantau melemah terhadap sejumlah mata uang di kawasan meski terbatas usai pertambahan tenaga kerja versi ADP (Automatic Data Processing Inc) naik lebih sedikit dibanding sebelumnya. “Serapan tenaga kerja Amerika Serikat yang belum maksimal menjadi salah satu faktor yang menekan laju dolar AS,” kata Rangga.

“Jumlah klaim tunjangan pengangguran di AS sendiri diperkirakan naik,” sambungnya. “Sementara, konfirmasi final atas serapan tenaga kerja AS akan datang pada akhir pekan ini.”

Di samping itu, tambah Rangga, pelemahan dolar AS juga dipicu mentah dunia yang berada di area psikologis investor. minyak WTI Crude berada di posisi 49,52 dolar AS per barel, sedangkan Brent Crude di level 51,56 dolar AS per barel. “Kondisi ini membuat peluang rupiah untuk menguat memang sedikit terbuka di tengah sentimen positif bagi dolar AS yang cenderung minim,” imbuh Rangga.

Senada, Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, juga memaparkan bahwa meski terbatas, namun rupiah terlihat mampu menguat di tengah fundamental ekonomi domestik yang positif. “Pasar sendiri masih wait and see jelang rilis beberapa data ekonomi AS pada akhir pekan ini,” ujarnya.

Loading...