Dolar Minim Katalis Baru, Rupiah Melaju 34 Poin di Awal Dagang

Peluang untuk melanjutkan tren penguatan pada Rabu (7/9) ini masih tergolong besar. Pasalnya, belum adanya katalis baru yang mendukung pergerakan indeks dolar AS membuat pergerakan Garuda menjadi lebih leluasa.

Seperti diwartakan Bloomberg Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan penguatan sebesar 34 poin atau 0,26% ke level Rp13.093 per dolar AS. Kemudian, pada pukul 08.35 WIB, mata uang Garuda kembali melaju 43 poin atau 0,33% ke posisi Rp13.084 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau 1,02 poin atau 1,07% ke level 94,82.

“Rupiah berpeluang melanjutkan tren penguatan pada perdagangan hari ini,” ujar Ekonom Samuel Sekuritas , Rangga Cipta. “Indeks sektor jasa AS yang anjlok sehingga menghancurkan kenaikan FFR target dalam waktu dekat membuat dolar AS seperti kehabisan tenaga dan lebih dari 1% hingga dini hari tadi.”

Meski begitu, ditambahkan Rangga, pelemahan dolar AS bisa tertahan jika Bank Sentral Eropa (ECB) meningkatkan stimulus mereka pada pertemuan Kamis (8/9) besok. “Dari dalam negeri, angka cadangan devisa Indonesia yang dijadwalkan diumumkan hari ini diperkirakan turun melihat dana asing yang keluar cukup besar selama Agustus,” sambung Rangga.

Sementara itu, Analis PT Esandar Arthamas Berjangka, Tonny Mariano, mengungkapkan bahwa usai angka AS yang tidak sesuai harapan, nyaris tidak ada katalis baru yang mendukung pergerakan dolar AS. “Sementara dari , penguatan rupiah ditopang tambahan dana repatriasi dan ,” katanya.

“Namun, hasil pertemuan ECB perlu diwaspadai sebagai momentum penguatan dolar AS,” sambung Tonny. “Hari ini, rupiah kemungkinan bergerak pada kisaran Rp13.075 hingga Rp13.175 per dolar AS.”

Loading...