Dolar Merangkak Naik, Rupiah Terjun 18 Poin di Akhir Dagang

Rupiah harus menutup Selasa (25/7) ini di zona negatif setelah indeks dolar AS perlahan bangkit dari level terendah selama 13 bulan. Menurut catatan Index pukul 15.59 WIB, Garuda mengakhiri transaksi dengan terjun 18 poin atau 0,14% ke level Rp13.327 per dolar AS, setelah bergerak di rentang Rp13.313 sampai Rp13.328 per dolar AS.

Laju negatif rupiah sudah berlangsung sejak awal dagang dengan dibuka turun 7 poin atau 0,05% di posisi Rp13.316 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali 10 poin atau 0,08% ke level Rp13.319 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.28 WIB, spot masih tertahan di zona merah setelah 15 poin atau 0,11% ke posisi Rp13.324 per dolar AS.

Dari pasar , indeks dolar AS mampu bangkit dari level terendah selama 13 bulan setelah data dan Paman Sam dilaporkan positif menjelang rapat Federal Reserve. Setelah dibuka di level 94,031, the kembali menguat 0,092 poin atau 0,1% ke posisi 94,069 pada pukul 07.42 WIB. Sebelumnya, indeks dolar AS ditutup naik 0,119 poin atau 0,13% ke 93,977.

Survei indeks manajer pembelian (Purchasing Manager’s Index atau PMI) dari Markit pada Senin (24/7) kemarin menunjukkan sektor manufaktur dan jasa AS meningkat di atas prediksi. Sebaliknya, pertumbuhan di Benua Eropa pada awal semester kedua tahun 2017 ini justru mengalami perlambatan yang membantu ‘melunakkan’ euro.

“Nilai tukar rupiah memang berpotensi melemah sesaat di tengah tren penguatan indeks dolar AS yang mulai kembali,” ujar Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Indeks dolar AS mampu menguat setelah data manufaktur Paman Sam diumumkan membaik. Namun, penguatan dolar AS memang relatif tipis karena tertahan oleh IMF yang memangkas proyeksi pertumbuhan PDB Paman Sam.”

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi mematok kurs tengah berada di level Rp13.320 per dolar AS, terdepresiasi tipis 1 poin atau 0,01% dari perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.319 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia bergerak mixed terhadap greenback, dengan kenaikan tertinggi dialami dolar Taiwan sebesar 0,08% dan pelemahan terdalam menghampiri rupiah sebesar 0,11%.

Loading...