Dolar Merangkak Naik, Rupiah Ditutup Melemah

www.globalindonesianvoices.com

Indeks AS yang perlahan merangkak naik selepas komentar pejabat membuat tidak berkutik sepanjang Selasa (20/6) ini. Menurut laporan Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda harus mengakhiri transaksi hari ini di zona merah dengan pelemahan sebesar 10 poin atau 0,08% ke level Rp13.292 per dolar AS.

Rupiah sudah bergerak negatif sejak awal dagang dengan dibuka turun 22 poin atau 0,17% ke posisi Rp13.304 per dolar AS. Siang hari pukul 12.00 WIB, mata uang Garuda kembali 9 poin atau 0,07% ke level Rp13.291 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.46 WIB, spot masih tertahan di zona merah usai melemah 10 poin atau 0,08% ke posisi Rp13.292 per dolar AS.

Dari pasar , indeks dolar AS kembali bergerak menguat setelah pejabat Federal Reserve mengatakan inflasi Paman Sam harus naik seiring dengan kenaikan upah guna mendukung harapan The Fed untuk menaikkan acuan. Mata uang Paman Sam pagi tadi mengalami kenaikan sebesar 0,008 poin atau 0,01% ke level 97,556.

Nilai tukar dolar AS terangkat ketika Presiden Fed wilayah New York, William Dudley, mengatakan bahwa pengetatan di pasar tenaga kerja harus membantu menaikkan inflasi. Komentar tersebut turut mengimbangi kekhawatiran di antara beberapa bahwa inflasi yang lebih rendah dapat mencegah The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga pada tahun ini.

“Komentar Dudley memperkuat pesan dari pertemuan The Fed pada pekan lalu dan memberikan dorongan kepada dolar AS,” jelas analis Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Teppei Ino, seperti diberitakan Reuters. “Ini semacam di persimpangan jalan, jika lolos dari level tersebut, maka dapat membuka jalan untuk penguatan lebih lanjut, setidaknya dari perspektif teknis.”

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di level Rp13.297 per dolar AS, turun 11 poin atau 0,09% dibandingkan perdagangan kemarin di posisi Rp13.286 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang di tidak berdaya melawan , dengan pelemahan terdalam dialami won Korea Selatan sebesar 0,39% dan peso Filipina sebesar 0,33%.

Loading...