Dolar Mencoba Bangkit, Rupiah Tetap Melaju di Awal Selasa

Rupiah - ekonomi.kompas.comRupiah - ekonomi.kompas.com

JAKARTA – masih mampu bergerak pada Selasa (8/1) pagi ketika indeks AS terpantau naik tipis. Menurut catatan Bloomberg Index, Garuda mengawali transaksi dengan menguat 24 poin atau 0,17% ke level Rp14.059 per dolar AS. Kemudian, pada pukul 08.32 WIB, Garuda melonjak 80 poin atau 0,57% ke posisi Rp14.003 per dolar AS.

Di saat yang hampir bersamaan, dolar AS berusaha untuk mengembalikan tenaganya setelah sebelumnya harus terkapar selama tiga hari beruntun. Mata uang Paman Sam terpantau menguat tipis 0,087 poin atau 0,09% menuju level 95,7530 pada pukul 08.28 WIB, setelah kemarin berakhir melemah 0,513 poin atau 0,53% di posisi 95,666.

“Masih ada ruang bagi rupiah untuk terus bergerak menguat karena suku bunga acuan dalam negeri sudah meningkat sebanyak 175 poin menjadi 6%,” papar Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dilansir Bisnis. “Dengan suku bunga acuan 6%, kami melihat imbal hasil aset dalam negeri cukup menarik dibandingkan dengan lain.”

Perry melanjutkan, saat ini arus asing ke emerging market atau negara berkembang juga semakin besar dan Indonesia termasuk negara berkembang yang menarik. Tentunya, kondisi tersebut akan memperkuat pergerakan nilai tukar mata uang domestik. “Untuk menopang kurs rupiah, bank sentral akan tetap melakukan intervensi jika dibutuhkan,” sambung Perry.

Sementara itu, ekonom Bank Central , David Sumual, menilai bahwa apresiasi yang dialami rupiah pada awal pekan ini terjadi akibat reaksi pasar terhadap pernyataan dovish Gubernur The Fed, Jerome Powell. Orang nomor satu di tersebut sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya akan lebih fleksibel dalam menaikkan suku bunga acuan pada tahun 2019 ini.

“Akhirnya, pelaku pasar menilai bahwa bank sentral AS tersebut tidak akan terlalu agresif dalam mengerek suku bunga acuan, seperti pada tahun 2018 kemarin,” ujar David, dikutip dari Kontan. “Dengan kondisi tersebut, para kemudian melirik emerging market, sehingga membuat aliran dana asing kembali masuk.”

Loading...