Dolar Melempem, Kans Rupiah Menguat Terbuka Lebar

Kans untuk menguat pada hari ini (18/8) terbuka lebar seiring melemahnya indeks . AS kembali karena investor mencerna rilis terbaru Federal Reserve untuk pertemuan kebijakan Juli.

Seperti dilaporkan Bloomberg Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan penguatan sebesar 32 poin atau 0,24% di Rp13.115 per dolar AS. Kemudian, pada pukul 08.22 WIB, mata uang Garuda kembali terapresiasi 34 poin atau 0,26% ke level Rp13.113 per dolar AS. Sementara, indeks dolar AS terpantau dibuka turun 0,112 poin atau 0,12% ke posisi 94,606.

“Kemarin, tekanan penguatan dolar AS di kembali ketika pasar ditutup,” ujar Ekonom Samuel Sekuritas , Rangga Cipta. “Namun hari ini, dengan dolar AS yang masih lemah, seharusnya rupiah bisa kembali menguat.”

The greenback melemah usai investor mencerna rilis terbaru Federal Reserve untuk pertemuan kebijakan Juli. Para pejabat The Fed terbagi dua, dengan beberapa mendesak untuk segera melakukan kenaikan mengingat pasar tenaga kerja yang kuat, sedangkan yang lain lebih memilih untuk menunggu hingga inflasi memenuhi target.

“Dari dalam negeri, pidato Presiden Joko Widodo yang mengindikasikan RAPBN 2017 yang relatif lebih realistis bisa memberikan sentimen ,” sambung Rangga. “Sore nanti ditunggu inflasi Zona Euro yang diperkirakan juga masih rendah sehingga peluang penambahan stimulus oleh ECB akan meningkat.”

Sementara itu, Analis PT Esandar Arthamas Berjangka, Tonny Mariano, menambahkan bahwa selanjutnya rupiah menanti efek perubahan suku bunga, yakni BI 7-day reverse repo rate dari sebelumnya . “Rupiah hari ini bisa menguat di rentang Rp13.050 hingga Rp13.125 per dolar AS,” katanya.

Loading...