Dolar Melemah, Rupiah Ikutan Drop di Akhir Transaksi

Pelemahan dolar AS jelang pertemuan The Fed gagal dimanfaatkan rupiah untuk bergerak ke zona hijau seiring minimnya sentimen positif dari dalam negeri. Menurut laporan Index pukul 15.58 WIB, Garuda harus mengakhiri awal pekan (20/2) ini dengan pelemahan sebesar 21 poin atau 0,16% ke level Rp13.354 per dolar AS.

Rupiah sudah loyo sejak awal dagang dengan dibuka 17 poin atau 0,13% ke posisi Rp13.350 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali terdepresiasi 22 poin atau 0,17% ke level Rp13.355 per dolar AS. Jelang tutup dagang atau pukul 15.22 WIB, spot masih belum beranjak dari zona merah usai turun 23 poin atau 0,17% ke Rp13.356 per dolar AS.

Sebenarnya, pergerakan indeks dolar AS sepanjang perdagangan hari cenderung negatif jelang pertemuan The Fed. Usai melemah super tipis 0,02% ke level 100,93 pada pukul 10.34 WIB, the greenback kembali terdepresiasi 0,09% ke posisi 100,86 pada pukul 15.06. Namun, mata uang domestik gagal memanfaatkan momentum seiring masih minimnya katalis dari dalam negeri.

“Pelemahan dolar AS tampaknya kali ini tidak berpengaruh terhadap pergerakan rupiah,” ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada. “Ini seiring masih minimnya sentimen yang ada. Bahkan, kebijakan yang mempertahankan acuan 7 day Repo Rate di level 4,75% belum mampu menyokong rupiah ke zona hijau.”

Padahal di saat yang sama, ditambahkan Reza, dolar AS juga sedang melemah seiring dengan ketidakpastian kenaikan suku bunga The Fed. “ tampaknya merespons negatif data luar negeri Indonesia di kuartal IV 2016 yang naik 2% year-on-year, atau menjadi 317 miliar dolar AS,” sambung Reza.

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan kurs tengah berada di level Rp13.352 per dolar AS, melemah 24 poin atau 0,18% dibandingkan perdagangan sebelumnya di Rp13.328 per dolar AS. Di saat yang sama, mayoritas mata uang Asia bergerak melemah terhadap dolar AS, dengan pelemahan terdalam dialami sebesar 0,52% dan Jepang sebesar 0,25%.

Loading...