Dolar Melemah, Rupiah Curi Kesempatan Menguat Tipis 1 Poin di Awal Dagang

Rupiah - bangka.tribunnews.comRupiah - bangka.tribunnews.com

Jakarta rupiah mengawali pagi hari ini, Jumat (4/5) dengan penguatan tipis sebesar 1 poin atau 0,01 persen ke posisi Rp 13.938 per AS. Kemarin, Kamis (3/5), kurs rupiah berakhir terapresiasi 9 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp 13.939 per AS setelah diperdagangkan pada kisaran angka Rp 13.920 hingga Rp 14.020 per .

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan The terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah. Di akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, dolar AS turun 0,13 persen menjadi 92,395 lantaran para pelaku sedang mencerna sejumlah ekonomi dan pernyataan terbaru bank sentral Amerika Serikat, .

Pada Kamis (3/5), Departemen AS melaporkan bahwa dari sisi ekonomi, permohonan baru untuk tunjangan pengangguran AS meningkat minggu lalu, lebih rendah dari perkiraan. Pada pekan yang berakhir 28 April 2018, angka pendahuluan untuk klaim awal pengangguran yang disesuaikan secara musiman mencapai 211.000, meningkat 2.000 dari tingkat yang tak direvisi pada pekan sebelumnya sebesar 209.000.

Sedangkan Departemen Perdagangan AS menuturkan jika defisit perdagangan barang dan mengalami penurunan ke level USD 49,0 miliar pada Maret 2018, dari perolehan Februari sebesar USD 57,7 miliar lantaran jumlah meningkat dan impor menurun. Kemudian pada Rabu (2/5) The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya, sesuai dengan perkiraan pasar.

Menurut Analis Valbury Asia Futures Lukman Leong, gerak rupiah yang sempat hampir menyentuh level psikologis di Rp 14.000 per dolar AS membuatnya kembali berbalik arah. “Ini faktor teknikal, siang hari (kemarin) sempat ke Rp 13.975 per dollar AS,” ujar Lukman seperti dilansir Kontan.

Senada, Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan jika pasar kini tengah merespons langkah The Fed yang menahan suku bunga acuannya. Rupiah ke depannya diprediksi masih akan terpengaruh oleh sentimen data ekonomi AS. Terlebih karena hari Jumat waktu setempat AS akan melaporkan data tingkat pengangguran dan non farm payroll. “Jika hasilnya di atas ekspektasi, maka rupiah dapat kembali melemah,” ucap Josua.

Loading...