Dolar Melemah di Tengah Perang Dagang, Rupiah Berhasil Menguat di Pembukaan

Rupiah - ekbis.co.idRupiah - ekbis.co.id

Jakarta – Rupiah dibuka menguat sebesar 25 poin atau 0,17 persen ke level Rp 14.335 per AS di awal perdagangan pagi hari ini, Jumat (10/5). Sebelumnya, Kamis (9/5), kurs uang Garuda berakhir terdepresiasi cukup dalam sebesar 65 poin atau 0,45 persen ke posisi Rp 14.360 per .

Indeks yang mengukur pergerakan the terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, indeks turun 0,25 persen menjadi 97,3753 lantaran para saat ini sedang mencermati sejumlah ekonomi utama Amerika Serikat, demikian seperti dilansir Xinhua melalui iNews.

Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat melaporkan bahwa defisit perdagangan AS melebar jadi 50 miliar dolar AS pada Maret 2019, naik sebesar 1,5 persen bulan ke bulan. Sedangkan pada pekan yang berakhir 4 Mei 2019, klaim pengangguran awal AS mencapai angka 228.000, turun 2.000 dari tingkat yang tak direvisi pekan sebelumnya. Menurut perkiraan para ekonom yang disurvei MarketWatch, klaim pengangguran baru mingguan berada di angka 218.000.

Sementara itu, menjelang diberlakukannya kenaikan impor oleh Amerika Serikat terhadap barang-barang , kurs rupiah kemarin kembali gagal melaju ke zona hijau. Menurut Analis Monex Investindo Futures Ahmad Yudiawan, tekanan pada rupiah dan mata uang emerging market lainnya terjadi usai isu dagang kembali memanas. Apalagi karena AS berencana untuk menaikkan tarif impor China menjadi 25%.

“Para pelaku menjauhi aset berisiko dan permintaan dollar AS di negara berkembang naik,” kata ekonom Bank Permata Josua Pardede, seperti dilansir Kontan. Rupiah semakin tertekan akibat surplus neraca perdagangan China periode April 2019 juga menyusut jadi CNY 94 miliar. Padahal dolar AS sendiri tak memperlihatkan penguatan yang terlalu signifikan terhadap mata uang utama lainnya.

“Berita utama yang mendominasi minggu ini benar-benar tentang perdagangan dan pedagang bergerak menuju mata uang safe-haven dan mereka memarkir dananya di sana,” jelas Minh Trang, pedagang valuta asing senior di Silicon Valley Bank.

Loading...